GRINDER COMMUNITY, SHARING INFO MUSIC, EVENT INFO, METAL BAND PROMOS, REVIEWS, FLYERS GIGS, BAND MERCHANDISE, BAND LOGGO ORDER, ETC Channel Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCTt-S9OYoKcCwZHfZGbZ4zQ?sub_confirmation=1 MENERIMA JASA PEMBUATAN LOGGO BAND
My Blog List
Monday, February 23, 2026
SIMULASI TKA TAHUN 2026
Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 – 8 Maret 2026 sebagai bagian dari persiapan ujian berbasis komputer. Simulasi ini bertujuan mengenali pola soal dan meminimalisir kendala teknis sebelum ujian utama pada 20–30 April 2026, diikuti gladi bersih pada 9–17 Maret 2026.
Berikut detail pelaksanaan simulasi TKA SD 2026:
Waktu Pelaksanaan: 2 Maret – 8 Maret 2026.
Gladi Bersih: 9 Maret – 17 Maret 2026.
Metode: Berbasis komputer (Computer Based Test) di satuan pendidikan masing-masing.
Tujuan: Membiasakan siswa dengan sistem, mengukur kesiapan infrastruktur sekolah, dan mengurangi kecemasan siswa.
Mekanisme: Login menggunakan username dan password, memasukkan token, lalu mengerjakan soal dengan fitur ragu-ragu dan navigasi soal.
Pelaksanaan simulasi ini krusial untuk memastikan kesiapan teknis sekolah dan mental siswa menjelang TKA utama, yang hasilnya dapat digunakan untuk PPDB 2026.
Simulasi TKA SD dan SMP 2026 Resmi Digelar, Ini Jadwal dan Langkah langkahnya
Simulasi TKA SD dan SMP 2026 Resmi Digelar, Ini Jadwal dan Langkah langkahnya
berita terkait
Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode 2 Dimajukan ke 24 Februari, Ini Cara Daftarnya
Ujian Proposal Disertasi S3 Pendidikan Sains FMIPA Unesa: Fajrul Falah Kembangkan Model PRISMA-AI Berbasis Artificial Intelligence
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Lengkap dengan Waktu Sholat 5 Waktu
Jadwal Buka Puasa UNESA 2026: Berbagi Takjil Gratis 21 Februari–14 Maret di Kampus UNESA 2
Keutamaan 10 Malam Pertama Ramadan: Fase Rahmat dan Amalan yang Dianjurkan
Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menggelar Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026. Simulasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum pelaksanaan TKA utama yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Simulasi TKA bertujuan membantu siswa, sekolah, dan satuan pendidikan memahami format soal, sistem ujian berbasis komputer, serta alur pelaksanaan tes. Pemerintah menegaskan bahwa simulasi ini bersifat latihan, bukan penilaian akhir, dan tidak memengaruhi kelulusan siswa.
Jadwal Simulasi TKA SD dan SMP 2026
Berdasarkan informasi resmi Kemendikdasmen, simulasi TKA dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:
Simulasi TKA SMP: 23 Februari – 1 Maret 2026
Simulasi TKA SD: 2 – 8 Maret 2026
Setelah simulasi, sekolah juga diwajibkan mengikuti gladi bersih sebagai uji kesiapan teknis sebelum TKA utama digelar.
Cara Mengikuti Simulasi TKA
Simulasi TKA dapat diikuti secara online melalui platform resmi yang disediakan pemerintah. Adapun langkah umum untuk mengikuti simulasi TKA adalah:
Mengakses laman resmi simulasi TKA melalui portal pendidikan pemerintah
Memilih jenjang pendidikan (SD atau SMP)
Memilih mata pelajaran yang tersedia
Mengikuti simulasi sesuai petunjuk yang tertera di sistem
Simulasi ini dirancang agar mudah diakses baik melalui komputer maupun perangkat lain yang digunakan sekolah.
Materi yang Diujikan dalam Simulasi TKA
Materi simulasi TKA SD dan SMP 2026 berfokus pada dua kompetensi dasar, yaitu:
Literasi (Bahasa Indonesia)
Numerasi (Matematika)
Kedua mata pelajaran tersebut dipilih karena dinilai sebagai fondasi utama kemampuan akademik siswa di jenjang pendidikan dasar.
Tujuan dan Manfaat Simulasi TKA
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa simulasi TKA memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Membiasakan siswa dengan model soal dan sistem ujian berbasis komputer
Membantu siswa mengelola waktu pengerjaan soal
Mengukur kesiapan teknis sekolah dan infrastruktur
Mengurangi kendala teknis saat pelaksanaan TKA utama
Hasil simulasi tidak digunakan sebagai nilai akademik, melainkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan bagi sekolah dan penyelenggara.
TKA Bukan Penentu Kelulusan
Pemerintah kembali menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan penentu kelulusan siswa. TKA digunakan sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan nasional, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pelaksanaan TKA utama untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara TKA SD akan dilaksanakan pada 20–30 April 2026.
Friday, February 13, 2026
Pemerintah melalui Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,
dan Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB)
tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) Sabtu (14/2/2026),
edaran ini bisa menjadi pedoman nasional bagi pemerintah daerah dan sekolah
dalam mengatur kegiatan belajar selama Ramadhan hingga pasca-Idulfitri.
Dalam SEB tersebut diatur bahwa pada tanggal 18 hingga 21 Februari 2026,
siswa akan melaksanakan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga.
Pembelajaran mandiri juga bisa dilakukan di tempat ibadah, dan masyarakat
sesuai penugasan dari sekolah atau madrasah.
Pembelajaran tatap muka mulai 23 Februari Selain itu, penugasan terhadap siswa
diharapkan sederhana, menyenangkan, dan tidak membebani siswa maupun orangtua,
serta mengurangi ketergantungan pada gawai dan internet.
Selanjutnya, pembelajaran tatap muka di sekolah/madrasah berlangsung
pada tanggal 23 Februari hingga 14 Maret 2026, demikian yang tertulis
di laman resmi Kemenag. Kegiatan di sekolah dan madrasah juga dilengkapi
dengan kegiatan penguatan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan,
dan kepedulian sosial. Sementara bagi siswa Muslim dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur'an,
pesantren kilat, dan kajian keislaman, sedangkan siswa non-Muslim didorong
mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.
Masuk sekolah lagi 30 Maret 2026 Sedangkan libur bersama Idulfitri 2026
ditetapkan pada 16–20 Maret serta 23–27 Maret 2026, dan kegiatan pembelajaran
kembali berlangsung pada 30 Maret 2026. “Selama masa libur,
murid diharapkan memperkuat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat
untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan,”
demikian yang tertulis di laman Kemenag lagi.
Sesuaikan aktivitas pembelajaran Adapun SEB ini juga meminta pemerintah daerah
dan sekolah menyesuaikan aktivitas pembelajaran, termasuk mengurangi
intensitas kegiatan fisik, melakukan asesmen formatif,
serta memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus
dan murid yang berpotensi tertinggal. Kepala sekolah juga diminta
menjaga keamanan sarana prasarana sekolah dan menyediakan kanal pelaporan bagi orangtua.
Sedangkan, orangtua dan wali murid turut didorong mendampingi anak
dalam kegiatan ibadah, literasi, numerasi, seni, olah raga,
serta penguatan karakter.
Sekaligus mengatur penggunaan gawai dan internet secara bijak
serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi,
dan praktik pernikahan usia dini.
Jadwal libur Ramadhan-Idul Fitri 2026
Jadwal libur Ramadhan-Idul Fitri
Merujuk pada SEB tersebut, Skema Pembelajaran Ramadhan 2026 adalah sebagai berikut.
Tanggal 18–21 Februari 2026: pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat berdasarkan penugasan dari satuan pendidikan. Penugasan diharapkan sederhana, menyenangkan, tidak membebani, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet.
Tanggal 23 Februari–14 Maret 2026: pembelajaran dilaksanakan di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan. Selama periode ini, selain kegiatan akademik, dianjurkan pelaksanaan kegiatan yang meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.
"Bagi peserta didik beragama Islam dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sementara, bagi peserta didik beragama selain Islam dianjurkan mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya," ujar Abdul Mu'ti.
Libur bersama Idul Fitri berlangsung pada 16–20 Maret 2026 dan 23–27 Maret 2026.
Dalam momen tersebut, peserta didik diharapkan memanfaatkan waktu untuk silaturahmi dan mempererat persaudaraan.
"Kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara normal pada 30 Maret 2026," ujar Abdul Mu'ti.
Berdasarkan SEB, pemerintah daerah dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta menyiapkan perencanaan pembelajaran selama Ramadhan serta menyelaraskan pelaksanaannya di satuan pendidikan.
Kepala satuan pendidikan agar menyesuaikan aktivitas pembelajaran, antara lain dengan mengurangi intensitas kegiatan fisik seperti PJOK, memperkuat asesmen formatif, serta memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus dan peserta didik yang berpotensi mengalami ketertinggalan belajar.
"Kami mengajak seluruh pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua untuk bersinergi. Ramadhan harus menjadi ruang pendidikan karakter yang kuat, sekaligus memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi secara optimal,” ujar Abdul Mu'ti.
Selain itu, satuan pendidikan diwajibkan menjaga keamanan aset sekolah selama masa libur serta menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua/wali murid terkait keselamatan dan pelindungan peserta didik.
Sementara peran orang tua/wali murid khususnya saat pembelajaran mandiri di rumah adalah 1) mendampingi anak dalam praktik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan penguatan literasi, numerasi, serta karakter; 2) mengatur penggunaan gawai dan internet secara bijak; 3) mendorong keterlibatan anak dalam kegiatan sosial dan keagamaan; serta 4) melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, serta praktik pernikahan usia dini.
"Melalui kebijakan ini, kami berharap pembelajaran selama Ramadhan 1447 Hijriah dapat berlangsung tertib, adaptif, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing," ucap Abdul Mu'ti.
Pemerintah Segera Terbitkan Surat Edaran Libur Awal Puasa 2026
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pemerintah akan segera menerbitkan Surat Edaran Libur Awal Puasa 2026 yang mengatur jadwal pembelajaran dan libur sekolah selama Ramadan 1447 Hijriah.
Informasi ini menjadi perhatian luas karena banyak orang tua dan siswa mulai menyusun agenda ibadah, kegiatan sekolah, hingga rencana perjalanan keluarga menjelang bulan puasa.
Sampai saat ini, jadwal libur awal Ramadan memang belum diumumkan secara resmi. Pemerintah masih menunggu kepastian penetapan awal Ramadan melalui sidang isbat yang dipimpin Kementerian Agama.
Meski begitu, sinyal bahwa aturan resmi akan segera terbit sudah disampaikan oleh sejumlah pihak dalam rapat lintas kementerian.
Pemerintah menilai pengaturan pembelajaran selama Ramadan tidak hanya soal jadwal masuk sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
Karena itu, aturan yang sedang disiapkan bukan sekadar penetapan hari libur, melainkan juga pengaturan aktivitas pendidikan selama bulan suci.
Surat Edaran Libur Awal Puasa 2026 Akan Segera Dirilis
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan pengaturan khusus kegiatan belajar mengajar selama Ramadan tahun ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa regulasi akan segera diumumkan pekan ini.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu, pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (5/2/2026).
Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian, melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perhubungan. Regulasi dirancang memberikan kepastian bagi institusi pendidikan dan keluarga dalam menyesuaikan aktivitas dengan momen keagamaan.
Berdasarkan hasil Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Menko PMK, pengaturan pembelajaran akan berlangsung selama tiga hari yakni 18 hingga 20 Februari 2026 untuk pembelajaran di luar satuan pendidikan. Jika digabungkan dengan hari libur nasional dan cuti bersama Tahun Baru Imlek, peserta didik berpotensi mendapat waktu istirahat lebih panjang.
Meski demikian, umumnya Kemendikdasmen akan merilis surat edaran mengenai libur awal puasa atau selama Ramadan mendekati bulan Ramadan. Hal ini juga sama dengan tahun sebelumnya, libur awal puasa kerap satu atau beberapa hari sebelum Ramadan dimulai.
Detail jadwal pembelajaran selama Ramadan:
18-20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan
23 Februari-16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka
23-27 Maret 2026: Libur pasca Ramadan
Pemerintah mendorong kegiatan tadarus Alquran, pesantren kilat, dan kajian keislaman bagi siswa muslim selama periode ini. Sementara murid beragama non-Islam difasilitasi melalui bimbingan rohani sesuai keyakinan masing-masing.
Update: Kemendikdasmen telah merilis surat edaran resmi yang mengatur jadwal libur selama Ramadhan. Surat Edaran dapat dilihat DI SINI.
Jadwal Libur Awal Puasa 2026
Jika digabungkan dengan cuti bersama Tahun Baru Imlek, pelajar akan memperoleh kesempatan libur yang lebih panjang pada pertengahan Februari.
Kombinasi libur nasional dan cuti bersama menciptakan momentum istirahat optimal sebelum memasuki bulan Ramadan.
Beberapa pemerintah daerah telah memberikan gambaran awal melalui kalender pendidikan tahun ajaran 2025/2026.
Provinsi DKI Jakarta melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 89 Tahun 2025 mengalokasikan libur awal Ramadan pada 20 hingga 23 Februari 2026.
Sementara kalender pendidikan Provinsi Jawa Tengah memuat perkiraan libur awal Ramadan dengan asumsi awal puasa jatuh pada 19 Februari 2026. Namun kepastian tanggal tetap menunggu ketentuan resmi pemerintah setelah Sidang Isbat.
Pemerintah memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan kalender Hijriah resmi Kementerian Agama.
Tanggal ini belum bersifat final dan akan diputuskan melalui Sidang Isbat yang melibatkan perwakilan pemerintah, ulama, dan ahli astronomi.
Proses penetapan mencakup pemaparan data hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah Indonesia.
Jika hilal terlihat pada 17 Februari 2026, puasa dimulai 18 Februari. Namun apabila hilal tidak terlihat, awal Ramadan kemungkinan bergeser menjadi 19 Februari 2026.
Organisasi masyarakat Islam Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 melalui maklumat resmi menggunakan metode hisab murni.
Selain libur awal puasa, siswa akan menikmati libur panjang saat Idulfitri 2026 yang berdekatan dengan Hari Suci Nyepi. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama tiga menteri, Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026 dengan rincian:
Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Nyepi
Kamis, 19 Maret 2026: Libur nasional Nyepi
Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri
Sabtu, 21 Maret 2026: Idulfitri hari pertama
Minggu, 22 Maret 2026: Idulfitri hari kedua
Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri
Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri
Kombinasi tersebut memberikan kesempatan siswa menikmati masa istirahat lebih panjang bersama keluarga, mencapai tujuh hari berturut-turut.
Waspada Informasi Hoaks Surat Edaran Libur Awal Puasa 2026
Masyarakat perlu waspada terhadap peredaran informasi palsu terkait surat edaran libur Ramadan 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengklarifikasi bahwa hingga awal Februari ini, pemerintah belum mengeluarkan aturan khusus yang mengatur libur untuk awal bulan Ramadan 2026.
“Hasil penelusuran menunjukkan belum ada surat edaran resmi pemerintah yang mengatur libur sekolah selama Ramadan 2026,” tegas keterangan dalam laman web resmi Komdigi, Senin (9/2/2026).
Beredar unggahan di media sosial tentang adanya surat edaran resmi mengenai jadwal libur selama bulan Ramadan 2026 yang memuat rincian libur awal puasa, jadwal masuk sekolah di pertengahan bulan, hingga libur Idul Fitri. Informasi ini langsung menarik perhatian warganet dan banyak dibagikan ulang.
Keberadaan libur untuk menyambut Ramadan sangat bergantung pada kebijakan instansi masing-masing. Untuk sekolah, jadwal libur dapat menyesuaikan dengan kalender pendidikan yang diterbitkan oleh provinsi masing-masing.
Dokumen resmi yang telah diterbitkan pemerintah hanya mengatur hari libur nasional dan cuti bersama 2026, tanpa memuat ketentuan khusus tentang libur sekolah di bulan Ramadan.
Orang tua dan peserta didik disarankan terus memantau pengumuman resmi dari pemerintah maupun sekolah masing-masing sambil menunggu penerbitan surat edaran yang dijanjikan pekan ini.
Thursday, February 12, 2026
Surat Edaran Libur Ramadhan 2026 Apakah Sudah Terbit? Ini Keputusan Pemerintah
Menjelang Bulan Suci Ramadhan 2026, beredar luas kabar mengenai surat edaran libur Ramadhan 2026 yang diklaim sudah diterbitkan pemerintah. Informasi tersebut ramai dibagikan di media sosial dan memicu pertanyaan di kalangan orang tua serta siswa: apakah benar sekolah akan libur selama bulan puasa?
Berikut fakta terbaru dan penjelasan resmi dari pemerintah.
Kabar Surat Edaran Libur Ramadhan 2026
Sejumlah unggahan di media sosial menyebutkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait jadwal libur sekolah selama Ramadhan 2026. Bahkan, narasi yang beredar mencantumkan rincian tanggal libur dan masuk sekolah.
Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum disertai dokumen resmi dari kementerian terkait. Tidak ada pengumuman resmi yang menyatakan bahwa surat edaran libur Ramadhan 2026 telah diterbitkan pemerintah pusat.
Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul "Surat Edaran Libur Ramadhan 2026 Apakah Sudah Terbit? Ini Keputusan Pemerintah", Klik untuk baca: https://www.suara.com/lifestyle/2026/02/12/132157/surat-edaran-libur-ramadhan-2026-apakah-sudah-terbit-ini-keputusan-pemerintah.
Meski surat edaran libur Ramadhan 2026 belum terbit, pemerintah telah menetapkan arah kebijakan pembelajaran selama bulan suci tersebut.
Kebijakan pembelajaran Ramadan 2026 disepakati dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/2/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah menekankan bahwa pembelajaran selama Ramadan tidak semata berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga diarahkan untuk penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar peserta didik secara berimbang
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu, pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Pratikno.
Artinya, Ramadan 2026 bukan masa libur sekolah sepenuhnya, melainkan periode pembelajaran dengan penyesuaian materi dan metode.
Jadwal Resmi Pembelajaran dan Libur Ramadan 2026
Berdasarkan hasil rapat tersebut, pemerintah menyepakati skema pembelajaran selama Bulan Ramadan 2026 sebagai berikut:
18–20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan
23 Februari–16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka di sekolah
23–27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan
Dengan skema ini, siswa tetap menjalani proses belajar selama Ramadan, namun dengan pendekatan yang lebih menekankan nilai keagamaan dan pembentukan karakter.
Selama Ramadan 2026, sekolah didorong menyelenggarakan kegiatan yang mendukung penguatan iman dan akhlak. Bagi siswa Muslim, kegiatan dapat berupa tadarus Alquran, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sementara siswa non-Muslim difasilitasi melalui bimbingan rohani sesuai keyakinan masing-masing.
Selain itu, kegiatan sosial seperti berbagi takjil, santunan, lomba keagamaan, hingga aktivitas edukatif ramah anak juga dianjurkan untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
Saturday, February 7, 2026
MIDAK / FIDAK KHATAMAN SURAT AL-IKHLLAS
Midak atau khataman Surat Al-Ikhlas untuk orang meninggal sering dilakukan dalam tradisi tahlilan atau zikir fida' dengan jumlah bacaan tinggi (seperti 100.000 kali) guna memohon ampunan, keselamatan dari siksa kubur, dan pembebasan dari api neraka. Tradisi ini umumnya diawali dengan tawasul/Al-Fatihah dan diniatkan untuk pahala si mayit.
Berikut detail mengenai midak/bacaan Al-Ikhlas untuk orang meninggal:
Tujuan: Memohon agar jenazah selamat dari siksa kubur, dijepit liang lahat, serta dihapuskan dosa-dosanya.
Tradisi Fida' (100.000 Kali): Umum dilakukan di Jawa, di mana surat Al-Ikhlas dibaca hingga 100.000 kali—seringkali secara berjamaah—sebagai simbol "membeli" diri mayit dari neraka.
Tata Cara: Biasanya dimulai dengan hadiah Al-Fatihah kepada almarhum/ah, kemudian membaca Al-Ikhlas bersama-sama atau bergantian.
Keutamaan: Membaca surat Al-Ikhlas 11 kali saat ziarah kubur dan menghadiahkan pahalanya diyakini memberikan pahala sebanyak jumlah mayit di kuburan tersebut.
Praktik ini didasarkan pada keyakinan bahwa sedekah pahala bacaan Quran/surat Al-Ikhlas dapat sampai dan memberikan manfaat bagi orang yang meninggal
Subscribe to:
Comments (Atom)