My Blog List

Monday, April 29, 2019

budidaya mangga

Panduan Teknis Budidaya Mangga

Tips Menanam Mangga Agar Berbuah Lebat
pohon mangga sedang berbuah lebat
Budidaya Hortikultura – Pohon mangga adalah nama tanaman penghasil buah mangga yang konon berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma.  Mangga (Mangifera indica L) kini banyak ditanam dan dibudidayakan di Indonesia. Buah mangga termasuk dalam kelompok drupa (buah batu) yang memiliki biji dan daging buah. Tanaman mangga dibudidayakan untuk diambil buahnya. Buah yang matang umum dimakan dalam keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Buah yang muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas, dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan cabai. Buah mangga juga diolah sebagai manisan, irisan buah kering, dikalengkan dan lain-lain. Di pelbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal atau masakan ikan dan daging. Tanaman mangga termasuk suku Anarcadiaceae, berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 10-40 meter dengan garis tengah batang sekitar 80-100cm. Batang berwarna keabuan, kulit berbelah-belah tidak rata dan getah putih bening. Untuk pertumbuhannya tidak memerlukan syarat yang berat, tanaman dapat tumbuh baik pada ketinggian 300-500m dpl, terutama pada tanah yang gembur dengan pH 5-6 dan berpengairan baik. Iklim yang diperlukan bagi pertumbuhannya ialah yang mempunyai masa kering sekitar 3-4 bulan.

1.    Jenis-jenis Varietas Mangga di Indonesia

Di Indonesia terdapat banyak sekali jenis dan varietas mangga, bentuk buah mangga bermacam-macam tergantung variaetasnya. Buah mangga ada yang berbentuk bulat, bulat telur dan lonjong memanjang. Beberapa varietas mangga yang cukup dikenal di Indonesia antara lain mangga gadung (arumanis), mangga golek, mangga madu, mangga manalagi, mangga cengkir, mangga kedong dan lain sebagainya. Buah mangga varietas mangga gedong berbentuk bulat, mangga gadung, mangga indramayu dan mangga arumanis berbentuk bulat telur. Sedangkan mangga golek bentuk buahnya lonjong memanjang.

2.    Syarat Tumbuh Tanaman Mangga

Tanaman mangga termasuk suku Anarcadiaceae, berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 10-40 meter dengan garis tengah batang sekitar 80-100cm. Batang berwarna keabuan, kulit berbelah-belah tidak rata dan getah putih bening. Untuk pertumbuhannya tidak memerlukan syarat yang berat, tanaman dapat tumbuh baik pada ketinggian 300-500m dpl, terutama pada tanah yang gembur dengan pH 5.0 – 6.0 dan berpengairan baik. Iklim yang diperlukan bagi pertumbuhannya ialah yang mempunyai masa kering sekitar 3-4 bulan.

3.    Persiapan Bibit Tanaman Mangga

Sebelum menanam pohon mangga, tentu yang pertama sekali dilakukan adalah mempersiapkan bibit tanaman. Pilih bibit yang berkualitas dari varietas yang disukai atau disesuaikan dengan selera pasar setempat. Bibit mangga bisa diperoleh dengan membeli di penjual bibit tanaman. Berhati-hatilah saat membeli bibit, pastikan anda membeli bibit pada pedagang yang terpercaya. Bibit tanaman mangga juga bisa dibuat sendiri. Tanaman mangga diperbanyak secara generatif dan vegetatif, yaitu perbanyakan melalui biji, cangkok dan okulasi. Untuk memperoleh hasil yang optimal sebaiknya menghindari perbanyakan tanaman dari biji. Tanaman yang diperbanyak melalui biji membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah (7 tahun lebih ). sifat-sifat tanaman juga sering menyimpang dari sifat induknya.

4.    Persiapan Lahan Budidaya Mangga

Kebun dibersihkan dari semak-semak dan tanaman liar, kemudian dilakukan pengukuran jarak tanam dan ditandai dengan pancang pada titik tanam. Jarak tanam pohon mangga idealnya 10 m x 10 m atau 12 m x 12 m. Buat lubang tanam pada titik tanam yang sudah ditentukan. Pada tanah yang bertekstur keras lubang tanam dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m. Sedangkan pada tanah bertekstur gembur lubang tanam bisa lebih kecil, yaitu sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm. Lubang tanam kemudian dibiarkan terbuka selama kurang lebih 1 bulan untuk menetralkan pH tanah. Lebih bagus tanah di ukur pHnya dan taburkan kapur pertanian jika pH dibawah 5,0.
Loading...
Saat membuat lubang tanam sebaiknya tanah galian dipisahkan antara tanah lapisan atas (topsoil) dengan tanah lapisan bawah. Topsoil adalah tanah lapisan paling atas yang banyak mengandung unsur hara. 7 atau 10 hari sebelum tanam lubang ditimbun kembali menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang, dengan perbandingan 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang. Saat menimbun lubang sebaiknya susunan lapisan tanah dikondisikan seperti semula, yaitu tanah lapisan paling bawah dimasukkan terlebih dahulu kemudian disusul tanah lapisan berikutnya. Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan sekitar 1 bulan sebelum musim hujan tiba.

5.    Cara Penanaman Bibit Mangga

7 atau 10 hari setelah pemberian pupuk dasar bibit mangga bisa segera dipindah tanam. Buka polybag semai dengan hati-hati, jangan sampai media semai pecah karena bisa menyebabkan bibit stres. Kemudian bibit dimasukkan pada lubang tanam tepat dibagian tengah lubang. Bibit mangga hendaknya ditanam sebatas leher akar saja. Lakukan penanaman pada sore hari atau pagi hari, kemudian setelah selesai penanaman, bibit disiram secukupnya. Penanaman bibit mangga sebaiknya dilakukan pada musim hujan. Cara menanam pohon mangga cangkokan maupun pohon mangga okulasi adalah sama, tidak ada perbedaan dalam teknik penanamannya.

6.    Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Mangga

Selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan atau perawatan tanaman mangga yang baru ditanam. Beberapa kegiatan dalam merawat tanaman mangga antara lain ; penyulaman, penyiraman dan penyiangan. Llakukan pengontrolan tanaman secara rutin dan segera sulam tanaman yang mati, terserang penyakit atau tanaman yang pertumbuhannya tidak normal. Pada masa – masa awal tanaman mangga kecil memerlukan air yang cukup supaya pertumbuhannya baik. Lakukan penyiraman jika tidak turun hujan dan tanah disekitar pangkal batang tanaman mengering. Pemeliharaan selanjutnya adalah penyiangan gulma atau rumput liar. Bersihkan tanah disekitar tanaman dari gulma pengganggu. Jika tidak dibersihkan gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan akan terjadi persaingan memperoleh nutrisi di dalam tanah.

7    Cara Pemangkasan Bentuk Tanaman Mangga

a).    Pemangkasan bentuk tanaman mangga pertama dilakukan pada umur 1 – 1,5 tahun. Pemangkasan dilakukan pada ketinggian 60 cm diatas tanah. Tunas yang tumbuh dipelihara 3 batang dan pilihlah tunas yang paling baik, sehat dan tumbuh keatas.
b).    Pemangkasan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2 tahun. Pemangkasan dilakukan saat musim penghujan. Pemangkasan kedua ini dilakukan dengan jarak 30 – 35 cm diatas bekas pemabgkasan pertama.
c).    Pemangkasan ketiga dilakukan ketika tanaman berumur 3 tahun. Jarak pemangkasan ketiga adalah 30 – 35 cm diatas bekas pemangkasan kedua.

8.    Pemupukan Tanaman Mangga

Agar tanaman tumbuh dengan baik dan mampu berbuah dengan lebat, tanaman mangga perlu diberi pupuk. Ppupuk untuk tanaman mangga berupa pupuk kandang/kompos, NPK, dan Urea. Dosis pemberian pupuk disesuaikan dengan tahap pertumbuhan tanaman. Semakin bertambah usia tanaman maka kebutuhan pupuk juga semakin banyak. Berikut ini dosis pemupukan dan jenis pupuk untuk tanaman mangga ;
a).    Untuk tanaman muda pupuk yang digunakan adalah NPK 14 ; 14 ; 14 dan pupuk urea. Dengan dosis 300 – 500 gram pupuk NPK dan 300 gram Urea per pohon.
b).    Untuk tanaman dewasa jenis pupuk yang digunakan adalah NPK 14 ; 14 ; 14 dan pupuk kandang/kompos. Dengan dosis 1,5 – 2 kilogram pupuk NPK dan 1 sak pupuk kandang per pohon.
c).    Untuk tanaman umur 8 – 10 tahun pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang/kompos, sebanyak 2 sak per pohon.
d).    Pemupukan dilakukan dengan cara membuat parit melingkari batang pohon mangga. Parit dibuat dengan kedalaman 30 cm dengan lebar parit kira-kira selebar mata cangkul. Jarak antara parit dan batang pohon mangga yautu sejauh mahkota tanaman.

9.    Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Mangga

Beberapa jenis hama dan penyakit yang sering dijumpai menyerang tanaman mangga antara lain ;
a).    Kumbang penggerek cabang : larva merusak cabang pohon disertai gejala membengkaknya cabang.
b).    Kumbang penggerek buah : buah yang terserang berbintik-bintik kulitnya, didalam buah terdapat larva, imago maupun pupa.
c).    Kutu putih : serangan hama ini nampak seperti lapisan kapuk. Menyerang daun bagian bawah.
d).    Aulacophora : hama ini sebangsa kepik, menyerang pucuk daun, dapat dikendalikan dengan racun perut.
e).    Gleosporium : penyebab penyakit ini adalah jamur atau cendawan cendawan, menyerang daun tanaman yangrimbun. Penyakit ini menyerang bagian batang, cabang, ranting, bunga dan buah muda.
f).    Diplodia : penyakit ini timbul pada saat udara kering, serangannya tidak langsung yaitu melalui luka pada bagian batang sehingga tanaman ini mengeluarkan getah.

10.    Panen Buah Mangga

Jika bibit tanaman berasal dari hasil okulasi, biasanya tanaman mangga akan mulai berbunga ketika berusia 3 atau 4 tahun setelah tanam. Pembuahan berlangsung antara pertengahan agustus s/d desember. Panen buah mangga disesuaikan dengan kebutuhan, bisa dipanen ketika buah masih muda atau dipanen ketika buah sudah cukup tua dan hampir matang. Tanda-tanda buah mangga yang sudah tua adalah warna kulitnya yang sudah berubah menjadi hijau tua atau kebiruan. Jika untuk konsumsi sendiri dan untuk dijual di pasar lokal, buah mangga bisa dibiarkan matang dipohon.
Demikian “Cara Budidaya Mangga Yang Baik dan Benar“. Semoga bermanfaat….
Salam mitalom !!!

TANAMAN JAGUNG

 
Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Jagung
PENDAHULUANLatar Belakang
Tanaman juga sudah lama diusahakan petani Indonesia dan merupakan tanaman pokok setelah padi. Penduduk kawasan timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, Madura, sebagianmaluku, dan Irian Jaya sudah biasa menggunakan jagung sebagai makanan pokok sehari-hari.Produksi jagung Indonesia sebagian besar berasal dari pulau Jawa ( !!"# dan sisanya berasaldarp propinsi luar Jawa terutama $ampung, %ulawesi &tara, %ulawesi %elatan, %umatra &tara,dan Nusa Tenggara Timur.Jagung memiliki peranan penting dalam industri berbasiagribisnis. &ntuk tahun '),*eotan melalui *irektorat Jendral Tanaman Pangan mengklaim produksi jagung men+apai  juta ton. Jagung dimanaatkan untuk konsumsi, bahan baku industri pangan, industri pakanternak dan bahan bakar. /ebutuhan jagung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatanseiring berkembangnya industri pakan dan pangan./endala dalam budidaya jagung yang menyebabkan rendahnya produkti0itas jagungantara lain adalah serangan hama dan penyakit. 1ama yang sering dijumpai menyerang tanaman jagung adalah ulat penggerek batang jagung, kutu daun, ulat daun, ulat penggerek tongkol, ulatgrayak, lalat bibit, ulat tanah. %edangkan 2ulai, /arat, penyakit gosong, penyakit busuk tongkoladalah penyakit yang sering mun+ul di tanaman jagung dan dapat menurunkan produksi jagung.&paya pengendalian oleh petani pada saat ini adalah dengan menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya yang tidak ramah lingkungan. Pengendalian 1ama Terpadu (P1T# yangmengintegrasi komponen pengendalian yang selaras terbukti tidak hanya meningkatkan produksi jagung tetapi juga pendapatan petani. %istim P1T melibatkan semua komponen yang berpeluanguntuk menekan atau men+egah hama untuk men+apai ambang batas populasi merusak se+araekonomi (
economic injury level/economic threshold 
# (3ilson, ))#. %istim P1T yang bertujuanmengupayakan agar 4PT tidak menimbulkan kerugian melalui +ara-+ara pengendalian yangeekti, ekonomis, dan aman bagi khalayak, produsen, dan lingkungan menjadi a+uan dasar dalam pengendalian 4PT agar petani tidak bergantung pada pestisida atau bahan kimia lainnya.
 
Tujuan
.
 
Mengetahui jenis hama dan penyakit di ekosistem tanaman jagung.'.
 
Mengetahui kelimpahan artropoda yanmenghuni tanamadan mengelompokkannya berdasarkan perannya.5.
 
Menerapkan teknik sampling dan teknik pengamatan pada beberapa ekosistem tanaman.6.
 
Menganalisis kelimpahaartropoda yang menghuni ekosistem tanamadan kaitannyadengan intensitas kerusakan dan praktek budidaya.7.
 
Menentukan tingkat kejadian dan keparahan penyakit dan kaitannya dengan praktek budaya.
 
TINJAUAN PUSTAKAA.
 
Komodita Jagung
Jagung (8ea mays $.# merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting,selain padi dan gandum. %ebagai sumber karbohidrat utama, di 9merika Tengah dan selatan, jagung juga menjadi alternati sumber pangan di 9merika %erikat. Penduduk beberapa daerah diIndonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara# juga menggunakan jagung sebagai pakanternak (hijauan maupun tongkolnya#, diambil minyaknya (dari biji#, dibuat tepung (dari biji yangdikenaln dengan istilah tepung jagung mai:ena#, dan bahan baku industri(dari tepung biji dantepung tongkolnya#. Tongkol jagung kaya akapentosayandipakai sebagai bahan baku pembuatan urual. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanaman sebagai penghasil bahan armasi.2erdasarkan bukti genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah 9merika Tengah (Meksiko bagian selatan#. 2udidaya jagung telah dilakukan didaerah ini . tahun yang lalu, kemudian teknologi ini dibawa ke 9merika %elatan (;kuador#sekitar < tahun yang lalu, dan men+apai daerah pegunungan di selatan Peru pada 6 tahunyanlalu. /ajian ilogenimenunjukkabahwa jagung (
 Zea mays ssp. mays
merupakanketurunan langsung dari teosinte (
 Zea mays ssp
.
 parviglumis
#. *alam proses domestiknya, yang berlangsung paling tidak < tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen darisubspesies lain terutama,
 Zea mays ssp.mexicana
. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggammbarkan semua spesiedalagenus 8ea, ke+uali
 Zea mays ssp.mays
Prosesdomestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapathidup se+ara liar di alam. 1ingga kini dikenal 7. 0arietas jagung, baik ras lokal maupunkulti0ar.Jagung merupakan tanaman berumah satu (
monoecious
#, yaitu letak bunga jantan terpisahdengan bunga betina dalam satu tanaman. *alam taksonominya jagung termasuk dalam
ordoTripsaceae, famili Poaceae, sub familPanicoideaegenuZea, dan spesieZea mayL,
(Muhadjir, )