SISI BELAJAR
GRINDER COMMUNITY, SHARING INFO MUSIC, EVENT INFO, METAL BAND PROMOS, REVIEWS, FLYERS GIGS, BAND MERCHANDISE, BAND LOGGO ORDER, ETC Channel Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCTt-S9OYoKcCwZHfZGbZ4zQ?sub_confirmation=1 MENERIMA JASA PEMBUATAN LOGGO BAND
My Blog List
Monday, February 23, 2026
Pengaturan Gelombang dan Sesi TKA SD SMP 2026 Lengkap dengan Jadwal Terbaru
Pengaturan Gelombang dan Sesi TKA SD SMP 2026 Lengkap dengan Jadwal Terbaru..
Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang SD, MI, SMP, dan MTs sudah memiliki jadwal resmi yang dibagi dalam beberapa gelombang dan sesi. Bagi operator sekolah, proktor, dan teknisi, memahami pembagian ini sangat penting agar pelaksanaan ujian berjalan lancar, tertib, dan tidak menimbulkan kebingungan bagi siswa maupun pihak sekolah.
Pengaturan gelombang dan sesi merupakan salah satu tahap krusial dalam sistem TKA berbasis komputer. Kesalahan kecil dalam memilih gelombang atau membagi sesi bisa berdampak pada bentrok jadwal, gangguan teknis, atau bahkan siswa tidak dapat mengikuti ujian sesuai waktu yang ditentukan.
Daftar Isi Artikel
Jadwal Resmi TKA SMP dan MTs Tahun 2026
Untuk jenjang SMP dan MTs, pelaksanaan TKA berlangsung lebih awal dibandingkan SD. Jadwal dibagi menjadi empat gelombang sebagai berikut:
Gelombang 1
Senin dan Selasa, 6–7 April 2026
Gelombang 2
Rabu dan Kamis, 8–9 April 2026
Gelombang 3
Senin dan Selasa, 13–14 April 2026
Gelombang 4
Rabu dan Kamis, 15–16 April 2026
Sekolah dapat memilih salah satu gelombang sesuai kesiapan infrastruktur, ketersediaan komputer, serta kesiapan proktor dan pengawas.
Jadwal Resmi TKA SD dan MI Tahun 2026
Untuk jenjang SD dan MI, pelaksanaan TKA dijadwalkan pada akhir April 2026 dan dibagi menjadi empat gelombang:
Gelombang 1
Senin dan Selasa, 20–21 April 2026
Gelombang 2
Rabu dan Kamis, 22–23 April 2026
Gelombang 3
Senin dan Selasa, 27–28 April 2026
Gelombang 4
Rabu dan Kamis, 29–30 April 2026
Setiap sekolah hanya memilih satu gelombang untuk seluruh peserta, kecuali memiliki kondisi khusus yang mengharuskan pembagian berbeda.
Mata Ujian dan Durasi Pelaksanaan
Setiap siswa mengikuti ujian selama dua hari berturut-turut dengan rincian sebagai berikut:
Hari Pertama
10 menit: Latihan
75 menit: Matematika
20 menit: Survei Karakter
Hari Kedua
10 menit: Latihan
75 menit: Bahasa Indonesia
20 menit: Survei Lingkungan Belajar
Dengan durasi tersebut, total waktu yang dibutuhkan setiap sesi sekitar 105 menit.Matematika
Pembagian Waktu Sesi Berdasarkan Zona Wilayah
Indonesia dibagi menjadi tiga zona waktu, yaitu WIB, WITA, dan WIT. Setiap wilayah memiliki jadwal sesi yang disesuaikan dengan waktu lokal.
Wilayah WIB
Sesi 1: 07.00 – 08.45
Sesi 2: 09.15 – 11.00
Sesi 3: 11.30 – 13.15
Sesi 4: 13.45 – 15.30
Wilayah WITA
Sesi 1: 08.00 – 09.45
Sesi 2: 10.15 – 12.00
Sesi 3: 12.30 – 14.15
Sesi 4: 14.45 – 16.30
Wilayah WIT
Sesi 1: 09.00 – 10.45
Sesi 2: 11.15 – 13.00
Sesi 3: 13.30 – 15.15
Sesi 4: Tidak dibuka
Khusus wilayah WIT, hanya tersedia tiga sesi setiap hari. Hal ini perlu diperhatikan oleh operator sekolah saat membagi peserta.
Pentingnya Menentukan Gelombang dengan Tepat
Pemilihan gelombang harus mempertimbangkan berbagai faktor di sekolah, seperti:
Jadwal kegiatan sekolah
Ketersediaan laboratorium komputer
Ketersediaan proktor dan teknisi
Stabilitas jaringan internet
Jumlah komputer yang tersedia
Memilih gelombang yang tepat akan membantu sekolah menghindari bentrok dengan kegiatan lain seperti ujian sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, atau agenda penting lainnya.
Cara Membagi Sesi Berdasarkan Jumlah Komputer
Jumlah komputer sangat menentukan jumlah sesi yang diperlukan. Misalnya, jika sekolah memiliki:
12 komputer
24 siswa
Maka pembagian terbaik adalah:
Sesi 1: 12 siswa
Sesi 2: 12 siswa
Namun, jika jaringan internet terbatas, pembagian bisa dibuat lebih kecil, misalnya:
Sesi 1: 6 siswa
Sesi 2: 6 siswa
Sesi 3: 6 siswa
Sesi 4: 6 siswa
Tujuannya adalah menjaga stabilitas sistem agar ujian berjalan lancar tanpa gangguan.
Gunakan Sesi yang Sama untuk Hari Pertama dan Kedua
Hal penting yang sering diabaikan adalah konsistensi sesi.
Setiap siswa sebaiknya mendapatkan sesi yang sama pada kedua hari ujian.
Contoh:
Siswa Ahmad:
Hari pertama: Sesi 2
Hari kedua: Sesi 2
Siswa Budi:
Hari pertama: Sesi 3
Hari kedua: Sesi 3
Cara ini membantu siswa mengingat jadwal mereka dengan mudah dan mengurangi risiko kesalahan hadir.
Langkah Pengaturan Gelombang dan Sesi di Sistem TKA
Operator sekolah dapat mengikuti langkah berikut:
Login ke sistem TKA menggunakan akun operator
Masuk ke menu Administrasi Tes
Pastikan data siswa sudah diimpor
Pastikan data proktor sudah dibuat
Buka menu pengaturan gelombang
Pilih gelombang sesuai jadwal sekolah
Tentukan sesi untuk setiap siswa
Pastikan konsistensi sesi hari pertama dan kedua
Klik Simpan
Setelah disimpan, sistem akan menggunakan data tersebut untuk pelaksanaan gladi bersih dan ujian utama.
Pastikan Infrastruktur Sudah Siap
Sebelum menentukan sesi, operator harus memastikan:
Komputer proktor sudah terdaftar
Server sudah siap
Data pengawas sudah diinput
Jaringan internet stabil
Semua komputer client berfungsi
Jika infrastruktur belum lengkap, sistem pengaturan sesi mungkin tidak muncul atau tidak dapat disimpan.
Tips Agar Pelaksanaan TKA Berjalan Lancar
Beberapa tips penting yang bisa diterapkan:
Pilih gelombang yang paling aman dari bentrok jadwal
Sesuaikan jumlah sesi dengan jumlah komputer
Jangan memaksakan semua siswa dalam satu sesi jika berisiko overload
Gunakan sesi yang sama untuk setiap siswa di kedua hari
Periksa kembali pengaturan sebelum dikunci
Koordinasikan dengan kepala sekolah dan proktor
Persiapan yang matang akan mengurangi risiko kendala teknis saat ujian berlangsung.
Pengaturan Ini Akan Digunakan Hingga Pelaksanaan Ujian
Setelah gelombang dan sesi ditentukan, data tersebut akan digunakan untuk:
Gladi bersih
Sinkronisasi server
Pelaksanaan TKA utama
Karena itu, operator harus memastikan tidak ada kesalahan sebelum tahap penguncian sistem.
Jika masih ada kesalahan dan sistem belum dikunci, pengaturan masih dapat diperbaiki.
Kesimpulan
Pengaturan gelombang dan sesi TKA 2026 merupakan bagian penting dalam persiapan ujian berbasis komputer untuk jenjang SD, MI, SMP, dan MTs. Jadwal resmi sudah ditetapkan mulai 6 April hingga 30 April 2026, dengan pembagian empat gelombang dan beberapa sesi setiap hari sesuai zona waktu.
Operator sekolah harus memastikan pembagian gelombang dan sesi sesuai dengan jumlah komputer, kesiapan infrastruktur, serta kondisi sekolah. Konsistensi sesi, kesiapan perangkat, dan ketelitian dalam pengaturan menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan TKA.
Dengan pengaturan yang tepat dan persiapan yang matang, pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan pengalaman ujian yang optimal bagi seluruh peserta.
Kemendikdasmen Buka Pendaftaran TKA SD dan SMP Tahun 2026
Jakarta, 20 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) secara resmi membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat Tahun 2026. Pendaftaran TKA dibuka mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026 dan dapat diikuti oleh murid pada satuan pendidikan yang memenuhi persyaratan, yaitu memiliki NISN valid.
Pelaksanaan TKA merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan instrumen asesmen yang terstandar, objektif, dan kredibel guna mengukur capaian akademik murid pada jenjang pendidikan dasar. Hasil TKA diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh satuan pendidikan, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pembukaan pendaftaran TKA menjadi langkah awal dalam rangkaian pelaksanaan TKA Tahun 2026. “Pembukaan pendaftaran TKA SD dan SMP ini menjadi momentum penting bagi satuan pendidikan untuk mempersiapkan pelaksanaan asesmen secara lebih terencana. TKA dirancang sebagai instrumen yang adil dan terstandar untuk menggambarkan kemampuan akademik murid,” ujarnya.
Setelah tahap pendaftaran, rangkaian pelaksanaan TKA Tahun 2026 akan dilanjutkan dengan simulasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan utama. Simulasi TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan pada 23 Februari s.d. 1 Maret 2026, sementara simulasi jenjang SD akan berlangsung pada 2 s.d. 8 Maret 2026. Selanjutnya, gladi bersih akan dilaksanakan pada 9 s.d 17 Maret 2026.
Pelaksanaan utama TKA dijadwalkan pada 6 s.d. 16 April 2026 untuk jenjang SMP dan 20 s.d. 30 April 2026 untuk jenjang SD. Bagi satuan pendidikan yang belum dapat mengikuti pelaksanaan utama, Kemendikdasmen menyediakan kesempatan pelaksanaan susulan pada 11 s.d. 19 Mei 2026. Adapun pengolahan hasil akan dilakukan pada 20 s.d. 24 Mei 2026, dengan pengumuman hasil TKA secara nasional pada 25 Mei 2026.
Lebih lanjut, Toni mengimbau satuan pendidikan untuk segera melakukan pendaftaran dan mempersiapkan seluruh aspek teknis pelaksanaan. “Kami mendorong satuan pendidikan untuk memanfaatkan masa pendaftaran ini sebaik mungkin, memastikan kesiapan data, infrastruktur, serta pemahaman teknis agar pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar dan optimal,” tambahnya.
Sejalan dengan pembukaan pendaftaran TKA Tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Surat edaran ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam menyiapkan dan melaksanakan seluruh tahapan SPMB secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Dalam Surat Edaran tersebut ditegaskan bahwa hasil TKA dapat dimanfaatkan pada jalur prestasi akademik sebagai salah satu dasar seleksi penerimaan murid baru, khususnya pada jenjang SMP dan SMA. Ketentuan ini bertujuan menghadirkan mekanisme seleksi yang lebih objektif, terstandar, dan adil, serta mengurangi ketergantungan pada penilaian yang beragam antar satuan pendidikan.
Dengan diterbitkannya Surat Edaran Dirjen PAUD Dasmen ini, Kemendikdasmen melalui BSKAP mengimbau pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk memastikan keterpaduan antara pelaksanaan TKA dan tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Kemendikdasmen juga mendorong peran aktif orang tua dalam mendukung partisipasi murid pada pelaksanaan TKA sebagai salah satu dasar seleksi jalur prestasi akademik dalam SPMB.
Melalui dukungan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua, Kemendikdasmen berharap partisipasi murid dalam TKA semakin optimal sehingga pemanfaatan hasil TKA pada jalur prestasi SPMB dapat berjalan secara adil dan transparan. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem seleksi yang diselenggarakan oleh pemerintah menuju pendidikan bermutu untuk semua.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran, jadwal, serta ketentuan pelaksanaan TKA SD dan SMP Tahun 2026 dapat diakses melalui kanal resmi tka.kemendikdasmen.go.id
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 38/sipers/A6/I/2026
Penulis: Denty Anugrahmawaty
Editor: Denty Anugrahmawaty
TKA TES KEMAMPUAN AKADEMIK TAHUN 2026
Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP tahun 2026 menjadi sarana penting bagi siswa dan orang tua untuk memahami pola asesmen nasional terbaru.
Melalui simulasi ini, kamu bisa mengetahui jadwal lengkap, tujuan pelaksanaan, hingga langkah resmi mengakses latihan TKA secara daring.
Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Tes Kemampuan Akademik atau TKA adalah asesmen standar nasional yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku.
TKA bersifat tidak wajib, sehingga siswa bebas memilih untuk mengikuti atau tidak. Meski begitu, keberadaan TKA dihadirkan untuk menjawab kebutuhan laporan kemampuan akademik individu yang objektif dan terstandarisasi.
Alasan TKA Diterapkan Secara Nasional
Dalam beberapa tahun terakhir, tidak adanya laporan akademik individu yang terstandar menimbulkan sejumlah persoalan, terutama saat proses seleksi pendidikan.
Penilaian yang hanya mengandalkan rapor dari masing-masing satuan pendidikan kerap menimbulkan ketimpangan karena perbedaan standar penilaian.
TKA hadir sebagai solusi agar proses penilaian lebih adil, transparan, dan dapat dibandingkan secara nasional.
Jadwal Lengkap TKA SD dan SMP 2026
Pelaksanaan TKA 2026 sudah disusun secara bertahap, mulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil. Jadwal ini penting kamu pahami agar tidak tertinggal setiap tahapannya.
Dilansir dari laman Metro TV, rangkaian jadwal TKA SD/MI dan SMP/MTs 2026 sebagai berikut:
Pendaftaran peserta: 19 Januari – 28 Februari 2026
Simulasi TKA SMP: 23 Februari – 1 Maret 2026
Simulasi TKA SD: 2 – 8 Maret 2026
Gladi bersih: 9 – 17 Maret 2026
Pelaksanaan TKA SMP: 6 – 16 April 2026
Pelaksanaan TKA SD: 20 – 30 April 2026
Pelaksanaan susulan: 11 – 17 Mei 2026
Proses dan pengolahan hasil: 18 – 23 Mei 2026
Pengumuman hasil TKA: 24 Mei 2026
Dengan jadwal ini, kamu bisa menyiapkan diri sejak simulasi hingga hari pelaksanaan.
Panduan Akses Simulasi TKA Online
Simulasi TKA dapat diakses secara daring melalui laman resmi yang disediakan pemerintah. Akses ini bertujuan agar siswa terbiasa dengan sistem dan jenis soal TKA.
Link Resmi Simulasi TKA
Kamu bisa mengunjungi laman resmi simulasi TKA melalui alamat berikut: https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka
Pastikan kamu mengakses link resmi agar terhindar dari informasi keliru.
Langkah Mengikuti Simulasi TKA
Agar simulasi berjalan lancar, berikut langkah-langkah yang perlu kamu lakukan:
Pilih jenjang pendidikan sesuai tingkat kamu, SD/MI atau SMP/MTs
Tentukan mata pelajaran yang ingin disimulasikan
Pilih mata pelajaran wajib atau mata pelajaran pilihan
Klik tombol “Mulai Simulasi” untuk mengerjakan latihan soal
Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, mata pelajaran yang diujikan dalam TKA meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika sebagai fokus utama penilaian akademik.
Dampak Simulasi TKA bagi Siswa
Mengikuti simulasi TKA memberi banyak manfaat bagi siswa. Kamu bisa mengenali pola soal, mengukur kesiapan akademik, serta mengurangi rasa cemas saat pelaksanaan TKA sesungguhnya.
Selain itu, hasil TKA dapat menjadi gambaran objektif kemampuan akademik yang berguna dalam proses seleksi pendidikan.
Kesimpulan
Simulasi TKA SD dan SMP 2026 menjadi langkah penting untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen nasional yang lebih adil dan terstandarisasi.
Dengan memahami jadwal, tujuan, serta cara akses resmi, kamu bisa memanfaatkan simulasi ini secara maksimal untuk meningkatkan kesiapan akademik.
Jadwal TKA SD/MI 2026 dan Simulasi Lengkap Beserta Alurnya
Jadwal TKA SD/MI 2026 dan Simulasi Lengkap Beserta Alurnya
Cek jadwal TKA SD 2026 dan simulasi di sini. Pahami alur pendaftaran, gladi bersih, hingga pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Jadwal TKA SD MI 2026
Memasuki tahun ajaran 2026, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan jadwal resmi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD/MI. Ujian ini menjadi momen krusial karena fungsinya tidak hanya sebagai evaluasi pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan secara nasional. Bagi kalian yang sedang mempersiapkan adik atau anak didik, memahami setiap tahapan jadwal ini sangat penting agar tidak ada poin administrasi yang terlewat.
Pelaksanaan TKA SD 2026 dirancang secara sistematis, mulai dari tahap pendataan hingga pengumuman hasil akhir yang akan digunakan untuk berbagai keperluan akademik.
Daftar Isi Artikel
Fungsi Utama Tes Kemampuan Akademik bagi Siswa SD
Rincian Jadwal TKA SD 2026 dan Simulasi Resmi
1. Agenda Pra-Pelaksanaan
2. Agenda Pelaksanaan dan Pasca-Ujian
Tahapan Persiapan Teknis Melalui Simulasi dan Gladi Bersih
Materi Ujian dan Metode Latihan Soal Mandiri
Fungsi Utama Tes Kemampuan Akademik bagi Siswa SD
TKA SD 2026 memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan terbaru di Indonesia. Pemerintah menetapkan ujian ini sebagai salah satu syarat utama bagi siswa yang ingin menempuh jalur prestasi saat mendaftar ke jenjang SMP. Dengan adanya nilai TKA, sekolah menengah dapat mengukur potensi akademik calon siswa secara lebih objektif dan terstandar.
Selain sebagai syarat masuk sekolah, hasil TKA juga berfungsi sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah pusat dan daerah. Data yang diperoleh akan digunakan untuk memetakan kualitas literasi dan numerasi di setiap satuan pendidikan, sehingga kebijakan peningkatan mutu guru dan fasilitas sekolah dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran
Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pemetaan tersebut, Kemendikdasmen telah menyusun rangkaian agenda kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh peserta secara tertib.
Rincian Jadwal TKA SD 2026 dan Simulasi Resmi
Ketepatan waktu dalam mengikuti setiap tahapan TKA adalah hal mutlak bagi sekolah maupun siswa. Agenda kegiatan dimulai sejak awal tahun 2026 dengan proses pendaftaran, yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian uji coba teknis. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa baik siswa maupun infrastruktur sekolah siap menghadapi ujian berbasis komputer.
Berikut adalah rincian tanggal penting yang perlu kalian catat agar persiapan berjalan lancar:
1. Agenda Pra-Pelaksanaan
Pendaftaran Peserta: 19 Januari – 28 Februari 2026
Simulasi TKA SD: 2 – 8 Maret 2026
Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026
2. Agenda Pelaksanaan dan Pasca-Ujian
Pelaksanaan TKA Utama: 20 – 30 April 2026
TKA Susulan: 11 – 17 Mei 2026
Pengumuman Hasil: 24 Mei 2026
Rangkaian jadwal di atas menunjukkan bahwa fokus utama pada bulan Maret adalah persiapan teknis. Tahapan simulasi dan gladi bersih memegang peranan penting agar kendala teknis dapat diminimalisir saat hari pelaksanaan tiba.
Tahapan Persiapan Teknis Melalui Simulasi dan Gladi Bersih
Tahapan simulasi dan gladi bersih merupakan bagian integral dari TKA SD 2026 yang berbasis komputer. Mengingat ujian ini dilaksanakan secara daring (online), kesiapan infrastruktur digital di setiap daerah menjadi perhatian utama. Para siswa akan diajak untuk mengenali antarmuka aplikasi ujian, cara menjawab soal, serta manajemen waktu selama tes berlangsung.
Melalui simulasi ini, sekolah juga dapat melakukan verifikasi terhadap stabilitas koneksi internet dan ketersediaan perangkat komputer. Apabila ditemukan kendala pada masa simulasi tanggal 2–8 Maret, sekolah masih memiliki waktu untuk melakukan perbaikan sebelum memasuki masa gladi bersih yang lebih mendekati kondisi asli ujian.
Selain persiapan teknis perangkat, para siswa juga perlu membekali diri dengan pemahaman materi yang akan diujikan agar lebih percaya diri saat menghadapi soal.
Materi Ujian dan Metode Latihan Soal Mandiri
Materi yang diujikan dalam TKA SD 2026 tetap mengacu pada kompetensi dasar yang mencakup literasi bahasa dan numerasi matematika. Selain aspek akademik murni, terdapat pula instrumen Survei Karakter dan Lingkungan Belajar. Survei ini bertujuan untuk melihat gambaran kondisi emosional siswa serta suasana belajar di sekolah yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Untuk membantu proses belajar, kalian dapat mengarahkan para siswa untuk berlatih secara mandiri melalui platform resmi. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1.Akses Laman Resmi: Kunjungi situs pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/ untuk mendapatkan contoh soal asli.
2.Latihan Rutin: Gunakan soal-soal tahun sebelumnya untuk membiasakan siswa dengan logika soal pilihan ganda kompleks dan kategori (Benar/Salah).
3.Evaluasi Hasil: Diskusikan jawaban yang salah bersama pengajar agar siswa memahami konsep dasarnya, bukan sekadar menghafal kunci jawaban.
Kesuksesan TKA SD 2026 sangat bergantung pada kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan kesiapan siswa itu sendiri. Dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan serta memanfaatkan masa pendaftaran untuk verifikasi data secara teliti, kendala administratif dapat dihindari.
Pastikan kalian terus memantau informasi terbaru dari kanal resmi Kemendikdasmen agar setiap tahapan persiapan menuju bulan April mendatang dapat dilalui dengan optimal.
SIMULASI TKA TAHUN 2026
Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 – 8 Maret 2026 sebagai bagian dari persiapan ujian berbasis komputer. Simulasi ini bertujuan mengenali pola soal dan meminimalisir kendala teknis sebelum ujian utama pada 20–30 April 2026, diikuti gladi bersih pada 9–17 Maret 2026.
Berikut detail pelaksanaan simulasi TKA SD 2026:
Waktu Pelaksanaan: 2 Maret – 8 Maret 2026.
Gladi Bersih: 9 Maret – 17 Maret 2026.
Metode: Berbasis komputer (Computer Based Test) di satuan pendidikan masing-masing.
Tujuan: Membiasakan siswa dengan sistem, mengukur kesiapan infrastruktur sekolah, dan mengurangi kecemasan siswa.
Mekanisme: Login menggunakan username dan password, memasukkan token, lalu mengerjakan soal dengan fitur ragu-ragu dan navigasi soal.
Pelaksanaan simulasi ini krusial untuk memastikan kesiapan teknis sekolah dan mental siswa menjelang TKA utama, yang hasilnya dapat digunakan untuk PPDB 2026.
Simulasi TKA SD dan SMP 2026 Resmi Digelar, Ini Jadwal dan Langkah langkahnya
Simulasi TKA SD dan SMP 2026 Resmi Digelar, Ini Jadwal dan Langkah langkahnya
berita terkait
Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode 2 Dimajukan ke 24 Februari, Ini Cara Daftarnya
Ujian Proposal Disertasi S3 Pendidikan Sains FMIPA Unesa: Fajrul Falah Kembangkan Model PRISMA-AI Berbasis Artificial Intelligence
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Lengkap dengan Waktu Sholat 5 Waktu
Jadwal Buka Puasa UNESA 2026: Berbagi Takjil Gratis 21 Februari–14 Maret di Kampus UNESA 2
Keutamaan 10 Malam Pertama Ramadan: Fase Rahmat dan Amalan yang Dianjurkan
Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menggelar Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026. Simulasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum pelaksanaan TKA utama yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Simulasi TKA bertujuan membantu siswa, sekolah, dan satuan pendidikan memahami format soal, sistem ujian berbasis komputer, serta alur pelaksanaan tes. Pemerintah menegaskan bahwa simulasi ini bersifat latihan, bukan penilaian akhir, dan tidak memengaruhi kelulusan siswa.
Jadwal Simulasi TKA SD dan SMP 2026
Berdasarkan informasi resmi Kemendikdasmen, simulasi TKA dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:
Simulasi TKA SMP: 23 Februari – 1 Maret 2026
Simulasi TKA SD: 2 – 8 Maret 2026
Setelah simulasi, sekolah juga diwajibkan mengikuti gladi bersih sebagai uji kesiapan teknis sebelum TKA utama digelar.
Cara Mengikuti Simulasi TKA
Simulasi TKA dapat diikuti secara online melalui platform resmi yang disediakan pemerintah. Adapun langkah umum untuk mengikuti simulasi TKA adalah:
Mengakses laman resmi simulasi TKA melalui portal pendidikan pemerintah
Memilih jenjang pendidikan (SD atau SMP)
Memilih mata pelajaran yang tersedia
Mengikuti simulasi sesuai petunjuk yang tertera di sistem
Simulasi ini dirancang agar mudah diakses baik melalui komputer maupun perangkat lain yang digunakan sekolah.
Materi yang Diujikan dalam Simulasi TKA
Materi simulasi TKA SD dan SMP 2026 berfokus pada dua kompetensi dasar, yaitu:
Literasi (Bahasa Indonesia)
Numerasi (Matematika)
Kedua mata pelajaran tersebut dipilih karena dinilai sebagai fondasi utama kemampuan akademik siswa di jenjang pendidikan dasar.
Tujuan dan Manfaat Simulasi TKA
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa simulasi TKA memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Membiasakan siswa dengan model soal dan sistem ujian berbasis komputer
Membantu siswa mengelola waktu pengerjaan soal
Mengukur kesiapan teknis sekolah dan infrastruktur
Mengurangi kendala teknis saat pelaksanaan TKA utama
Hasil simulasi tidak digunakan sebagai nilai akademik, melainkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan bagi sekolah dan penyelenggara.
TKA Bukan Penentu Kelulusan
Pemerintah kembali menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan penentu kelulusan siswa. TKA digunakan sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan nasional, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pelaksanaan TKA utama untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara TKA SD akan dilaksanakan pada 20–30 April 2026.
Friday, February 13, 2026
Pemerintah melalui Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,
dan Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB)
tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) Sabtu (14/2/2026),
edaran ini bisa menjadi pedoman nasional bagi pemerintah daerah dan sekolah
dalam mengatur kegiatan belajar selama Ramadhan hingga pasca-Idulfitri.
Dalam SEB tersebut diatur bahwa pada tanggal 18 hingga 21 Februari 2026,
siswa akan melaksanakan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga.
Pembelajaran mandiri juga bisa dilakukan di tempat ibadah, dan masyarakat
sesuai penugasan dari sekolah atau madrasah.
Pembelajaran tatap muka mulai 23 Februari Selain itu, penugasan terhadap siswa
diharapkan sederhana, menyenangkan, dan tidak membebani siswa maupun orangtua,
serta mengurangi ketergantungan pada gawai dan internet.
Selanjutnya, pembelajaran tatap muka di sekolah/madrasah berlangsung
pada tanggal 23 Februari hingga 14 Maret 2026, demikian yang tertulis
di laman resmi Kemenag. Kegiatan di sekolah dan madrasah juga dilengkapi
dengan kegiatan penguatan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan,
dan kepedulian sosial. Sementara bagi siswa Muslim dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur'an,
pesantren kilat, dan kajian keislaman, sedangkan siswa non-Muslim didorong
mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.
Masuk sekolah lagi 30 Maret 2026 Sedangkan libur bersama Idulfitri 2026
ditetapkan pada 16–20 Maret serta 23–27 Maret 2026, dan kegiatan pembelajaran
kembali berlangsung pada 30 Maret 2026. “Selama masa libur,
murid diharapkan memperkuat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat
untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan,”
demikian yang tertulis di laman Kemenag lagi.
Sesuaikan aktivitas pembelajaran Adapun SEB ini juga meminta pemerintah daerah
dan sekolah menyesuaikan aktivitas pembelajaran, termasuk mengurangi
intensitas kegiatan fisik, melakukan asesmen formatif,
serta memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus
dan murid yang berpotensi tertinggal. Kepala sekolah juga diminta
menjaga keamanan sarana prasarana sekolah dan menyediakan kanal pelaporan bagi orangtua.
Sedangkan, orangtua dan wali murid turut didorong mendampingi anak
dalam kegiatan ibadah, literasi, numerasi, seni, olah raga,
serta penguatan karakter.
Sekaligus mengatur penggunaan gawai dan internet secara bijak
serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi,
dan praktik pernikahan usia dini.
Subscribe to:
Comments (Atom)