My Blog List

Friday, May 30, 2025

modul pembelajaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) untuk kelas 6 SD dengan tema Kearifan Lokal, subtema Permainan Tradisional:

Berikut ini adalah contoh modul pembelajaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) untuk kelas 6 SD dengan tema Kearifan Lokal, subtema Permainan Tradisional: --- Modul P5 Kelas 6 - Tema: Kearifan Lokal Subtema: Permainan Tradisional Fase: C (Kelas 6) Durasi: 4–6 minggu (disesuaikan dengan jadwal sekolah) Topik: Mengenal, memainkan, dan melestarikan permainan tradisional Indonesia --- Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang Dituju: Bergotong Royong Bernalar Kritis Berkeadilan Sosial Kebinekaan Global --- Tujuan Pembelajaran: Siswa mengenal berbagai jenis permainan tradisional dari daerahnya dan daerah lain di Indonesia. Siswa mampu menjelaskan nilai-nilai dalam permainan tradisional seperti sportivitas, kerja sama, dan gotong royong. Siswa dapat mempraktikkan permainan tradisional dalam kelompok. Siswa menunjukkan sikap bangga terhadap budaya lokal. --- Alur Kegiatan Projek: Pengenalan (1–2 Pertemuan) Guru menjelaskan makna kearifan lokal dan pentingnya melestarikan budaya, termasuk permainan tradisional. Siswa menonton video atau membaca bacaan tentang berbagai permainan tradisional (misalnya: congklak, engklek, bentengan, gobak sodor, dll.). Diskusi kelas: Apa manfaat permainan tradisional? Eksplorasi (2–3 Pertemuan) Siswa dibagi menjadi kelompok, masing-masing memilih satu permainan tradisional dari daerah yang berbeda. Mencari informasi: sejarah, cara bermain, alat yang digunakan, nilai-nilai budaya dalam permainan tersebut. Mengundang narasumber (misalnya orang tua, kakek-nenek, atau tokoh masyarakat) untuk menceritakan pengalaman bermain permainan tradisional. Aksi (2–3 Pertemuan) Siswa menyiapkan alat dan mempraktikkan permainan tradisional pilihan mereka di halaman sekolah. Masing-masing kelompok memandu teman dari kelompok lain untuk mencoba permainan tersebut (rotasi permainan). Refleksi (1 Pertemuan) Siswa menuliskan pengalaman mereka bermain permainan tradisional. Diskusi kelas: Apa nilai-nilai Pancasila yang terlihat dalam kegiatan ini? Guru memfasilitasi refleksi melalui pertanyaan pemandu (misal: Apa yang kamu pelajari? Apa yang paling menyenangkan? Apa yang bisa kamu bagikan kepada orang lain?). Aksi Nyata / Pameran (Opsional) Membuat poster / booklet permainan tradisional. Membuat video pendek atau presentasi tentang permainan yang dipelajari. Mengadakan “Hari Permainan Tradisional” di sekolah dan mengundang orang tua. --- Produk Akhir Projek: Poster permainan tradisional Dokumentasi praktik permainan Presentasi kelompok Jurnal refleksi siswa --- Asesmen: Observasi Sikap: kerja sama, tanggung jawab, antusiasme saat bermain. Proses: partisipasi dalam diskusi, kegiatan eksplorasi, dan praktik permainan. Produk: kualitas presentasi, poster, dan jurnal refleksi. --- Keterkaitan dengan Mata Pelajaran (Opsional): Bahasa Indonesia: Menyusun laporan atau teks prosedur permainan. PJOK: Mempraktikkan permainan tradisional yang melibatkan gerak. IPS: Mengenal keragaman budaya daerah. SBDP: Mendesain alat permainan atau poster menarik. --- Jika kamu ingin modul ini dalam format dokumen atau ingin dikembangkan menjadi RPP/Prota/Projek mingguan, saya bisa bantu buatkan. Mau dilanjut?

Thursday, May 29, 2025

PIDATO UPACARA HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2025

PIDATO UPACARA HARI LAHIR PANCASILA 1 Juni [Tahun Sekarang] Oleh Pembina Upacara Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan, Salam Pancasila! Yang saya hormati, Bapak/Ibu guru / pimpinan instansi / hadirin sekalian, Serta anak-anakku / peserta upacara yang saya banggakan, Hari ini, 1 Juni, kita bersama-sama memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada tanggal ini, 79 tahun yang lalu, tepatnya 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato bersejarah di hadapan sidang BPUPKI dan untuk pertama kalinya menggagas dasar negara Indonesia yang kita kenal sebagai Pancasila. Pancasila adalah ideologi bangsa, pemersatu segala perbedaan. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur tentang Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Lima sila ini bukan sekadar kata-kata, melainkan prinsip hidup bersama di tengah kemajemukan Indonesia. Saudara-saudara yang saya banggakan, Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya kita mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita jaga kerukunan, kita rawat persatuan, dan kita terus bekerja keras membangun negeri ini menjadi bangsa yang maju, adil, dan bermartabat. Peringatan Hari Lahir Pancasila ini bukan hanya seremonial semata. Ia adalah pengingat sejarah, penguat tekad, dan peneguh arah kita sebagai bangsa. Mari kita jaga Pancasila, kita hayati nilai-nilainya, dan kita wujudkan Indonesia yang damai, bersatu, dan sejahtera. Salam Pancasila! Sekian pidato saya, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Om santi santi santi om, Namo buddhaya, Salam kebajikan.

MADESUR FULL OF ILLUSION #2 - Event Metal tahun 2025 @ Gedung Wisuda Pur...

Kethoprak Kancil Joyo feat JO KLITIK DAN JO KLUTUK [Dusun Jetis Desa Nam...

Sunday, May 18, 2025

Doa jaran goyang

Doa Jaran Goyang adalah bagian dari ilmu pelet atau ajian pemikat dalam budaya Jawa yang dipercaya dapat mempengaruhi batin atau perasaan seseorang agar jatuh cinta, patuh, atau kembali kepada orang yang mengamalkannya. Ajian ini memiliki akar dalam kepercayaan mistik dan sering dikaitkan dengan ritual atau laku tirakat tertentu. Berikut adalah salah satu versi populer dari Doa Jaran Goyang: > "Ya rohman ya rohim, ya Allah ya dzat yang maha kuasa, hamba mohon ridho-Mu. Dengan izin-Mu aku niat memikat hati [nama target], agar dia tergila-gila, rindu, tunduk, dan cinta mati padaku. Sebagaimana Nabi Sulaiman menundukkan ratu Balqis, maka tundukkanlah hati [nama target] padaku. Ya Allah, kabulkanlah doaku. Amin." Catatan penting: Doa ini biasanya dibaca setelah sholat hajat atau ritual tertentu. Dalam versi tradisional, ada yang melibatkan puasa mutih, membaca mantra tertentu, dan menggunakan media seperti foto atau benda milik target. Penggunaan ajian seperti ini memiliki unsur manipulatif secara spiritual, dan bisa menimbulkan dampak negatif bila disalahgunakan. Jika kamu tertarik karena alasan budaya, spiritualitas, atau hanya ingin tahu saja, aku bisa bantu membuat versi yang lebih bijaksana atau hanya sebagai bagian dari wawasan kepercayaan tradisional. Tapi jika ingin digunakan untuk tujuan nyata, pertimbangkan baik-baik dampaknya secara etika dan spiritual. Mau kulanjutkan dengan versi mantra aslinya atau cukup seperti ini?

PENGASIHAN CEWEK

Maksud dari "pengasihan cewek" bisa merujuk pada upaya untuk menarik perhatian atau membuat seorang perempuan tertarik secara emosional atau romantis. Ini bisa bermakna dari sudut pandang spiritual, tradisional, atau psikologis. Berikut beberapa pendekatan berdasarkan konteks yang berbeda: 1. Pendekatan Psikologis & Sosial (Realistis) Kalau kamu ingin membuat cewek tertarik secara alami: Jadi diri sendiri: Percaya diri dan jujur lebih menarik dari kepura-puraan. Perhatian dan empati: Dengarkan dia, tunjukkan ketertarikan pada hidupnya. Humor: Cewek suka cowok yang bisa bikin mereka tertawa. Penampilan dan kebersihan: Nggak harus ganteng, tapi rapi dan wangi itu penting. Komunikasi yang baik: Sopan, jelas, nggak terlalu agresif atau buru-buru. 2. Pengasihan Tradisional (Spiritual atau Mistik) Dalam budaya Indonesia, ada juga pengasihan secara mistik, misalnya: Doa-doa pengasihan: Seperti Surat Yusuf ayat 4, atau amalan tertentu yang diyakini bisa membuka hati seseorang. Pelet atau mantra: Ini biasanya berbau klenik dan seringkali kontroversial secara moral dan agama. Minyak pengasihan: Dipercaya bisa memikat lawan jenis, tapi harus hati-hati karena bisa mengarah ke penipuan atau manipulasi. Kalau kamu tertarik dengan yang tradisional atau mistik, aku bisa bantu buatkan contoh doa atau amalan yang umum dikenal di masyarakat — tentunya yang masih dalam batas wajar dan tidak bertentangan dengan nilai moral atau agama. Kamu lebih tertarik yang realistis atau mistik?
Doa Semar Mesem adalah salah satu bentuk doa atau mantra dalam tradisi kejawen yang dipercaya memiliki kekuatan untuk memikat atau menarik simpati dan cinta dari orang lain. Doa ini biasanya digunakan untuk tujuan asmara, pengasihan, atau karisma, namun penggunaannya sebaiknya tetap disertai niat yang baik dan tidak merugikan orang lain. Berikut adalah salah satu versi populer dari Doa Semar Mesem: --- Doa Semar Mesem: > "Ya Semar, Ya Gareng, Ya Petruk, Ya Bagong, Kersane Allah, kersane rosul, kersane Nabi Muhammad. Siro tak panggil roh Semar, Kang nduweni pengasihan sejagad raya, Marang sopo wae kang ndeleng aku, Atine dadi tresno lan asih marang aku. Kaya asih Nabi Yusuf marang Siti Zulaikha, Kaya asih Rosulullah marang umaté, Kang sipate tansah nuntun marang kabecikan. Amin, ya robbal ‘alamin." --- Catatan penting: Doa ini dibaca dengan khusyuk, biasanya setelah salat atau saat meditasi. Ada juga yang mengamalkannya dengan jumlah tertentu (misalnya 7x atau 21x) setiap malam Jumat. Jika kamu muslim, sebaiknya tetap menyelaraskan dengan ajaran Islam dan menghindari kemusyrikan. Yang paling utama adalah niat dan perilaku yang tulus, karena pengasihan sejati datang dari kebaikan hati, bukan sekadar mantra. Jika kamu ingin versi khusus (untuk tujuan tertentu seperti pengasihan, dagang, karisma, dll.), beri tahu saja ya.

Thursday, May 1, 2025

Pidato upacara hari pendidikan nasional 2 mei 2025

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan. Yang saya hormati para guru dan tenaga kependidikan, Yang saya banggakan seluruh peserta upacara, Serta hadirin yang saya muliakan. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2025, dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Saudara-saudara sekalian, Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia, yang mengajarkan kita pentingnya pendidikan bagi seluruh rakyat, tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, ataupun ekonomi. Falsafah beliau yang terkenal, yaitu: “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” memiliki makna yang sangat dalam: Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan. Prinsip inilah yang harus terus kita hidupkan dalam dunia pendidikan kita hari ini. Tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah: “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” Tema ini mengajak kita semua—pemerintah, guru, orang tua, pelajar, dan masyarakat—untuk bersama-sama membangun pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan. Anak-anakku yang saya cintai, Pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bukan hanya untuk meraih nilai tinggi, tapi untuk menjadi manusia yang berpikir kritis, berakhlak mulia, dan mampu memberi manfaat bagi sesama. Mari kita jadikan momentum Hari Pendidikan Nasional ini sebagai pengingat bahwa kita semua adalah bagian dari perubahan. Kita bisa berkontribusi sesuai peran kita masing-masing demi kemajuan bangsa melalui dunia pendidikan. Akhir kata, Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional! Jayalah pendidikan Indonesia! Merdeka belajar, merdeka berpikir, untuk Indonesia Maju! Wassalamu’alaikum