My Blog List

Monday, December 29, 2025

TOTAL TRAGEDY BERDUKA - Bobby Khartika (Nicronomdez / Fodt / NICROTEK / Total Tragedy)

METALHEAD INDONESIA KEMBALI BERDUKA Telah pergi meninggalkan kita semua seniman berbakat dengan segudang project band yang tiada habisnya berkarya. Bobby Khartika (Nicronomdez / Fodt / NICROTEK / Total Tragedy) Karyamu akan abadi disetiap pendengar mu. Beristirahatlah dengan damai, kami semua mendoakanmu. Total Tragedy tampil pertama kali di event Pensi (Pentas Seni) Maret 1999, di SMU 13 Surabaya. Waktu itu mereka masih duduk di kelas 2 di sekolah tersebut. Formasi awal itu diantaranya: Harru TT (Vocal/growl), Martha (female vocal), Samsul (Guitar), Wisnu (Gitar), Richard (Bass), Taufany (Keyboard) dan Eko (Drum). Dalam event itu mereka membawakan lagu-lagu dari Within Temptation & Theatre of Tragedy dengan style Gothic/Doom Metal, memadukan vocal growl dan female voice. Setelah ‘debut gig’ tersebut, mereka melanjutkan mengikuti event-event dalam scene Underground baik di Surabaya sendiri, seputaran Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di sela-sela aktivitas, mereka merekam beberapa lagu untuk dirilis dalam demo dengan single “Sinar Batas Sepi & Kiss Of Death” di pertengahan tahun 2000. Selanjutnya mereka melengkapi materinya hingga me-rilis debut album “Every Story Has a Glory” tahun 2001. Dengan modal album tersebut, mereka semakin bersemangat untuk melakukan promo dan konser. Dari album itu pula, lagu “Tenggelam ditelan Duka” terekam dalam Kompilasi “Legion Timur” dan lagu “Hampa ku Menanti” di Kompilasi “Metalik Klinik 5?. Kedua kompilasi tersebut dirilis oleh Rotorcorp, label indie underground, dan distribusi nasional oleh Musica Studio pada tahun 2001 dan 2002. Dalam beberapa waktu kemudian, mereka ikut meramaikan launching “Metalik Klinik 5? di GOR Bulungan Jakarta. Serta berikutnya ikut konser siaran langsung nasional dengan tajuk event “GO ROCK” di TVRI Jakarta sekitar bulan April 2002, beserta band brutal death GODZILLA & Toilet Sounds yang grunge. Jeda beberapa konser, mereka merekam album kedua “Heaven” yang dirilis pertengan tahun 2002 dengan formasi Harru TT (Vocal/growl), Martha (female vocal), Samsul (Guitar), Richard (Gitar), Ao (Bass), Adi (Keyboard) dan Eko (Drum). Sama seperti pada album yang terdahulu, semua lirik dikerjakan oleh Harru TT, dibantu oleh Yoyok. Demikian pula dengan semua lagu ditulis oleh Harru TT dan Martha. Sedangkan untuk musik dan aransemen dikerjakan bersama. Di album ini, menghasilkan single “Maria” yang cukup banyak direquest oleh para peminat Total Tragedy. Di masa ini, mereka juga mengikuti banyak konser diantaranya “Hitam-Hitam on Stage” di Jakarta (oleh VR Ent), “Monster of Rock” (oleh Mipro) di kawasan Jawa Tengah serta “Sounderground” (oleh Metallium Prod) di kawasan Bali. Ada suatu masa, dimana mereka mengalami beberapa problem, sehingga berpengaruh pada line-up personilnya. Akhirnya mereka tinggal berempat, Harru TT (Vocal / Penulis Lirik & Lagu), Adi (Guitar & Penulis Musik), Samsul (Guitar) dan AO (Bass). Sedangkan dalam melakukan kegiatannya, mereka banyak dibantu oleh Agro (drum), Marchell (Keyboard) dan Ani (Female vocal). Apapun kondisinya, kreativitas tetap berjalan, Harru TT segera menulis Lirik dan lagu, bersama Adi yang mengerjakan semua musiknya. Sehingga dalam sesi ini, hampir bisa dikatakan dalam kendali Harru TT dan Adi hingga mereka masuk studio rekaman. Album “Labyrinth”, dirilis akhir tahun 2006. Produksi dan distribusi secara independent tetap dibawah SonnenGott Musik, label dan manajemen sejak mereka terbentuk. Market pun diperluas, SonnenGott Musik juga mendistribusikan album digitalnya lewat internet (apple/iTunes) sehingga bisa diakses di luar teritorial Indonesia. Perubahan memang perlu, demikian pula dengan mereka, Total Tragedy berkeinginan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan. Meskipun harus dengan bersusah payah dan perubahan besar, akhirnya mereka merekam lagu dalam format akustik. Single “Red Atmosphere” dan “Morning Sun” dirilis pada bulan Agustus 2008. Dengan tajuk “gothcoustic”, format CD tersebut dikemas spesial dalam “bag pack”. Lagu & lirik tetap ditulis oleh Harru TT, sedangkan musiknya dibantu oleh Ayik, gitaris Candlelight, band black/heavy metal, Surabaya. Dalam “enriched” CD tersebut, juga memuat Ringtones, Alertones, MP3, Pictures, Text dan Lirik, sehingga dapat di-explore lebih komplet di PC.

Saturday, December 20, 2025

Permainan Gobak Sodor: Asal-usul, Cara Bermain, dan Manfaat

Permainan Gobak Sodor: Asal-usul, Cara Bermain, dan Manfaat Gobak sodor merupakan salah satu permainan tradisional di Indonesia. Di sejumlah daerah, gobak sodor memiliki penyebutan yang berbeda-beda. Di Kepulauan Natuna, permainan ini disebut galah, sedangkan di Riau disebut galah panjang. Di Riau Daratan, penyebutan gobak sodor berbeda lagi, yaitu Cak Bur atau Main Belon. Di Jawa Barat, permainan ini disebut galah asin, sedangkan di Makassar permainan gobak sodor disebut asing. Asal-usul Gobak Sodor Sebagai permainan yang dikenal di Indonesia, ternyata gobak sodor bukan berasal dari Indonesia. Sejumlah literatur Belanda menyebutkan kata Gobak Sodor diambil dari Go Back Through The Door yang berarti menembus pintu. Sering Kali Hidup Tak Memihak Mereka Artikel Kompas.id Baca juga: Permainan Galasin atau Gobak Sodor Penyebutan itu berasal dari orang Indonesia yang sulit mengucap dalam bahasa asing sehingga menjadi gobak sodor. Selain itu, gobak sodor tercatat dalam buku kamus Jawa (Baoesastra) yang ditulis oleh WJS Poerwadarminto yang dipublikasikan JB Wolters Uitgevers Maatschappij NV Groningen, Batavia pada tahun 1939. Terdapat fakta lain mengenai permainan ini, salah satunya gobak sodor berarti bergerak bebas menggunakan tombak Gobak berarti bergerak dengan bebas dan sodor berarti tombak. Penjabaran tersebut karena dahulu kala para prajurit kerap melakukan permainan yang bernama sodoran untuk melatih keterampilan berperang dengan tombak. Cara Bermain Gobak Sodor Permainan ini terdiri dari dua tim, dimana masing-masing tim beranggota 3 - 10 orang dengan jumlah yang seimbang. Gobak Sodor Diharap Jadi Industri Langkah berikutnya adalah mempersiapkan lapangan atau lahan yang berbentuk persegi panjang yang dibagi menjadi 6. Garis pertanda dapat dibuat dengan kapur atau lakban. Dua tim yang ikut dalam pertandingan berperan sebagai tim penjaga dan tim penyerang. Permainannya, setiap garis pembatas ada pemain penjaga. Tim yang bertugas sebagai penjaga garis, mereka akan menghalangi tim lawan yang berusaha melewati garis batas yang sudah ditentukan. Sedangkan, tim yang bertugas digaris batas vertikal (biasanya satu orang), dia memiliki akses untuk keseluruhan akses garis vertikal yang terletak di tengah lapangan. Sedangkan, tim penyerang akan mengirimkan satu per satu pemainnya untuk melewati penjaga di setiap garis. Gobak Sodor, dan Engklek... Jika, lawan terkena sentuhan penjaga garis, maka mereka bergantian menjadi penjaga garis. Pemenang ditentukan seberapa banyak pemain yang lolos dari penjaga garis. Manfaat Permainan Gobak Sodor Permainan ini membutuhkan tenaga ekstra, baik dari penjaga garis maupun pemain lawan Perminan gobak sodor adalah melatih ketangkasan, kecerdikan, dan kerja sama

GOBAK SODOR - Permainan Tradisional Jawa Tengah

Gobak sodor (atau galah asin) adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa, sering dikaitkan dengan Jawa Tengah (Ungaran, Semarang) dan juga populer di Yogyakarta, yang berfungsi melatih kelincahan fisik dan strategi, serta memiliki sebutan lain seperti hadang atau galasin di berbagai daerah. Asal-usul dan Sebutan Lain: Jawa Tengah: Berdasarkan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kemendikbud, gobak sodor berasal dari Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dan dimainkan sejak sebelum kemerdekaan sebagai latihan keprajuritan. Yogyakarta: Juga dikenal sebagai permainan dari Daerah Istimewa Yogyakarta, sering disebut galah asin. Nama: Nama 'Gobak Sodor' diduga berasal dari bahasa Inggris 'Go Back Through The Door' (mundur melewati pintu) atau dari kata Jawa 'Gobak' (bergerak bebas) dan 'Sodor' (tombak). Variasi Daerah: Dikenal dengan nama hadang, galasin, atau main asing (di Makassar). Inti Permainan: Permainan beregu yang melibatkan dua tim: tim penjaga dan tim penyerang. Tim penjaga menjaga petak-petak garis, sementara tim penyerang berusaha melewatinya tanpa tersentuh. Makna & Nilai: Melatih kerjasama, disiplin, tanggung jawab, dan strategi tim. Menjadi sarana hiburan sehat dan pelestarian budaya bangsa.

Friday, December 19, 2025

HARI IBU ADALAH......???, INI PENJELASANNYA...

Hari Ibu adalah momen yang sangat penting untuk mengenang dan menghargai peran ibu yang sangat besar dalam kehidupan kita, mulai dari sebagai teladan, penyejuk hati, hingga penggerak utama perencanaan keuangan keluarga. Hal ini membuat sejarah Hari Ibu memiliki makna yang sangat dalam, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Namun, tidak semua orang tahu bahwa Hari Ibu di Indonesia memiliki cerita yang sangat berbeda dan kaya akan makna sejarah. Apakah kamu pernah bertanya-tanya tentang Sejarah Hari Ibu di Indonesia? Bagaimana asal-usul perayaan ini dimulai? Mari kita selami lebih dalam tentang sejarah Hari Ibu dan maknanya. Apa Itu Hari Ibu? Hari Ibu adalah hari khusus yang diperingati untuk memberikan penghormatan kepada ibu atas peran pentingnya dalam keluarga dan masyarakat. Hari ini menjadi momen untuk mengenang jasa ibu dalam mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anaknya, serta peran ibu sebagai pilar utama dalam menjaga keharmonisan keluarga. Di Indonesia, Hari Ibu tidak hanya diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap ibu, tetapi juga sebagai penghargaan terhadap peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Sejarah Hari Ibu di Indonesia Sejarah Hari Ibu di Indonesia bermula pada tahun 1928, tepatnya pada tanggal 22 Desember, ketika Kongres Perempuan Indonesia pertama kali digelar di Yogyakarta. Kongres ini menjadi tonggak penting dalam perjuangan hak-hak perempuan di Indonesia. Para perempuan Indonesia pada saat itu berjuang untuk mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki, termasuk dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial. Dari sinilah asal-usul perayaan Hari Ibu di Indonesia dimulai. Perjuangan perempuan Indonesia tidak hanya terbatas pada hak individu, tetapi juga melibatkan perjuangan bersama dalam meraih kemerdekaan bangsa. Peran ibu yang tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam perjuangan kemerdekaan sangat dihargai. Dengan merayakan Hari Ibu, kita mengingat kembali kontribusi besar perempuan dalam memerdekakan bangsa ini. Penetapan Tanggal 22 Desember Pada tahun 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959, yang menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional. Keputusan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap perempuan Indonesia yang telah berjuang tidak hanya di ranah domestik tetapi juga di ranah publik. Presiden Soekarno memilih tanggal ini karena bertepatan dengan momen bersejarah Kongres Perempuan Indonesia yang pertama. Alasan memilih tanggal ini sebagai Hari Ibu Nasional adalah untuk memberikan penghormatan kepada para ibu dan perempuan Indonesia yang telah berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan, serta untuk memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat. Hari Ibu di Indonesia tidak hanya sebatas penghormatan kepada ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap kesetaraan gender dan peran perempuan dalam segala aspek kehidupan. Makna Hari Ibu di Indonesia Hari Ibu di Indonesia lebih dari sekadar momen untuk menghargai jasa ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai simbol pentingnya kesetaraan gender. Melalui perayaan ini, kita diajak untuk menghormati peran perempuan dalam masyarakat, termasuk ibu yang berperan penting dalam pembentukan karakter bangsa. Perayaan ini menjadi pengingat untuk selalu memperjuangkan hak-hak perempuan, serta mendukung peran ibu dalam keluarga dan masyarakat. Hari Ibu juga mengingatkan kita bahwa ibu adalah sosok yang memiliki banyak peran, bukan hanya di rumah, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan politik. Oleh karena itu, Hari Ibu menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita tentang pentingnya mengangkat peran ibu dalam segala hal. Tradisi dan Cara Merayakan Hari Ibu Di Indonesia, perayaan Hari Ibu memiliki berbagai tradisi yang unik. Salah satunya adalah memberikan bunga, kartu ucapan, atau hadiah kepada ibu sebagai bentuk penghargaan. Selain itu, di beberapa daerah di Indonesia, tradisi memberi seserahan atau makanan khas juga menjadi bagian dari perayaan Hari Ibu. Setiap daerah memiliki cara unik dalam merayakan hari istimewa ini, tetapi tujuan utamanya tetap sama, yaitu menghormati ibu. Inspirasi Aktivitas Hari Ibu Pada Hari Ibu, banyak keluarga yang memilih untuk menghabiskan waktu bersama ibu, baik itu dengan makan malam bersama, piknik, atau sekadar berkumpul di rumah. Aktivitas seperti ini tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada ibu. Hari Ibu juga menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan kegiatan khusus yang bisa dilakukan bersama, seperti memberikan kejutan kecil atau menyusun kegiatan yang menyenangkan untuk ibu. Menghormati Peran Ibu dalam Keluarga Ibu adalah sosok yang sangat berperan dalam membentuk karakter dan kehidupan keluarga. Sebagai pendidik utama, ibu mengajarkan nilai-nilai kehidupan, kasih sayang, serta menjadi pengasuh dan pelindung bagi anak-anak. Ibu juga sering kali menjadi sosok yang menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan dalam keluarga, seperti mengatur keuangan, merawat rumah tangga, dan menjaga keharmonisan keluarga. Cara terbaik untuk menghormati ibu adalah dengan menunjukkan perhatian dan rasa terima kasih setiap hari. Tindakan sederhana seperti membantu pekerjaan rumah, mendengarkan, dan memberikan dukungan moral sangat berarti bagi ibu. Menghormati ibu dalam kehidupan sehari-hari juga bisa dilakukan dengan menunjukkan rasa sayang dan pengertian, serta memberi ruang bagi ibu untuk merasa dihargai. Menghormati ibu adalah nilai yang harus diajarkan sejak dini kepada anak-anak. Dengan mengajarkan anak-anak untuk menghormati ibu, kita tidak hanya mendidik mereka untuk menjadi anak yang baik, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap perempuan. Hal ini akan membentuk karakter anak yang penuh empati dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain. Kesimpulan Hari Ibu adalah momen yang sangat berharga untuk menghormati peran ibu dalam keluarga dan masyarakat. Dengan memahami sejarah dan makna di balik Hari Ibu, kita semakin menghargai kontribusi besar ibu dalam kehidupan kita. Tidak hanya pada hari perayaan, tetapi juga setiap hari kita perlu menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada ibu.

PERINGATAN HARI IBU PGRI KEC. BRATI KAB. GROBOGAN 2025

Peringatan Hari Ibu yang setiap tahun selalu kita peringati bersama pada tanggal 22 Desember, berupaya untuk terus mengingatkan kepada kita semua akan perjuangan kaum perempuan bersama-sama dengan kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan bangsa. Ikrar para pejuang pada Kongres Perempuan Indonesia pertama tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta merupakan tonggak sejarah puncak perjuangan kaum perempuan, dan Kongres Perempuan yang ketiga tahun 1938 sejak saat itu ditetapkan sebagai Hari Ibu. Bertempat di Gedung Guru Korwilcam Bidang Pendidikan Kec Brati, Kamis, 18 Desember 2025 Peringatan Hari Ibu (PHI) Tahun 2025, diikuti oleh Guru guru PGRI Dharma Wanita Kec Brati. Dalam sambutan Kepala Korwilcam, dikatakan bahwa, peringatan Hari Ibu yang dilakukan setiap tahunnya ini dimaksudkan agar seluruh Warga Negara Indonesia, laki-laki dan perempuan terutama generasi muda, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar negeri senantiasa mengenang dan menyegarkan kembali ingatannya akan pentingnya pemahaman dan penghayatan serta arti perjuangan dan kebangkitan kaum perempuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan di gedung guru korwilcam bidang pendidikan Kec Brati adalah senam sehat dan Pap Smear, sedang tema yang diangkat pada peringatan Hari Ibu tahun ini adalah Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki untuk Membangun Karakter Bangsa dalam Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Bermartabat.Makna dari tema ini antara lain adalah nilai-nilai kesetaraan antara perempuan dan laki-laki merupakan landasan bagi pembentukan karakter dan budi pekerti untuk mencintai tanah air dan bangsa, dan memegang teguh rasa nasionalisme, serta wawasan kebangsaan yang hakiki. Sejalan dengan itu, maka upaya pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan perlu dimulai sejak dini dari dalam keluarga, diteruskan ke sekolah dan lingkungan masyarakat. Adapun kegiatan yang dilaksanakan di gedung guru korwilcam bidang pendidikan Kec Brati adalah senam sehat dan Pap Smear Selain itu, fokus PHI tahun 2025 ini antara lain adalah untuk mendukung terwujudnya upaya-upaya penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan peradaban bangsa juga harus menjadi agenda utama penegakan hak azasi perempuan.

Friday, December 12, 2025

PROFIL BAND ROLLAND JOGJAKARTA

Rolland Band adalah grup musik heavy metal legendaris dari Yogyakarta era akhir 80-an, dikenal dengan julukan "Judas Priest-nya Indonesia" karena gaya NWOBHM (New Wave of British Heavy Metal) mereka, hits seperti "Teror," "Gigolo," dan "Percakapan Satu Kamar," pernah juara Festival Heavy Metal Vista 1986, dan kini siap reborn setelah sempat vakum, masih digawangi personel inti seperti Petrus (vokalis), Ivan (gitaris), Bento Jepang (gitaris), Lugudz (bassis), dan Yoyok (drummer). Profil Singkat: Asal: Yogyakarta. Genre: Heavy Metal, identik dengan New Wave of British Heavy Metal (NWOBHM). Masa Aktif (Awal): Sejak 22 Desember 1984, bubar pertengahan 1989, namun sempat reborn. Julukan: "Judas Priest-nya Indonesia". Personel Inti (Era Klasik & Reborn): Petrus (Stigma): Vokalis. Ivan S. (atau Ivan Sidharta): Lead Guitar. Bento Jepang: Lead Guitar. Lugudz Nugroho: Bass/Vokal. Yoyok: Drummer. Prestasi & Sejarah: Juara 1 & Penampilan Terbaik Festival Heavy Metal Vista 1986 di Jakarta, mengalahkan Slank. Lagu Hits: "Teror", "Gigolo", "Percakapan Satu Kamar" yang masih diingat penggemar. Tour & Panggung: Sempat tur dan tampil di TVRI, bahkan penampilannya di beberapa kota dihentikan tentara karena dianggap terlalu membangkitkan massa. Kebangkitan: Sempat vakum, namun personel inti tetap kompak dan siap bangkit kembali di era sekarang, seperti di Instagram @rolland_band. Peninggalan: Meskipun bubar, lagu-lagu mereka tetap abadi dan menjadi ikon musik rock cadas Indonesia era 80-an. Album kedua (Roda Kehidupan) Bambang Gudeg (vokalis) Widi Cassanova (gitaris) Bento Jepang (bassist) Ucok (keyboardist) Yoyok (drumer)

PROFIL BAND JET LIAR - JUDAS PRIEST NYA INDONESIA

PROFIL BAND JET LIAR - JUDAS PRIEST NYA INDONESIA Jet Liar adalah salah satu band pengusung Heavy Metal di Indonesia yang tertempa melalui ajang festival. Jet Liar kerap juga manggung bareng band-band besar. Yoyok Ragil bergabung bersama Jet Liar setelah Yankson A.I. mengundurkan diri karena ingin fokus ke bersolo karier. Iwan Xaverius (Bass), Gino Irianto (Drums), Yoyok Ragil (Vokal), Tommy YMS (Rhytm guitar) dan Ade Virguna (Lead Guitar) merasa nyaman untuk memainkan musik-musik dari band internasional Judas Friest. Aksi mereka yang energik di atas panggung rock membuat penampilan Jet Liar selalu dielu-elukan para penggemarnya. Meski saat itu nereka terbilang junior namun Jet Liar telah mampu "menggilas" nama-nama besar yang kala itu lebih dulu eksis di blantika musik rock indonesia seperti SAS, Rolland, Makara, Cockpit, Bharata maupun Mickey Jaguar. Lagu "Bukan Sandiwara" adalah salah satu hits mereka dari album Bukan Sandiwara yang dirilis pada tahun 1993. Jet Liar akhirnya bubar di awal dekade 90-an. Drume : Adit Bass : IX Gitar : Alm Ade Virguna Gitar 2 : feat Brokam Vocal : Didiet Yoen