GRINDER COMMUNITY, SHARING INFO MUSIC, EVENT INFO, METAL BAND PROMOS, REVIEWS, FLYERS GIGS, BAND MERCHANDISE, BAND LOGGO ORDER, ETC Channel Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCTt-S9OYoKcCwZHfZGbZ4zQ?sub_confirmation=1 MENERIMA JASA PEMBUATAN LOGGO BAND
My Blog List
Wednesday, February 22, 2023
Ciri-ciri patung
Ciri-ciri patung: - Memiliki bentuk yang dapat dilihat dan dipegang. - Memiliki tiga sisi (volume), seperti panjang, lebar, dan tinggi. - Biasanya patung memiliki ukuran yang hampir sama dengan bentuk yang akan dibuat patung.
Teknik pembuatan patung si Gale Gale
Teknik pembuatan patung si Gale adalah pahatan. Pahatan dilaklukan terhadap bahan kayu. Pahatan dilakukan baik pada bagian luar kayu untuk membentuk penampilan wajah patung maupun bagian dalam untuk memasukkan instrumen tali penggerak boneka.
PATUNG SIGALE GALE
Sigale gale adalah boneka yang terbuat dari kayu dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa digerakkan dari belakang. Ada tali yang menghubungkan bagian kepala dan lengannya sehingga Si Gale-Gale pun bergerak.
Tuesday, February 7, 2023
MEAN MEDIAN MODUS PENGERTIAN DAN CONTOH SOAL
1. Mean (Rata-rata)
Mean adalah salah satu ukuran gejala pusat. Mean dapat dikatakan sebagai wakil kumpulan data. Menentukan mean dapat dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh nilai data, kemudian membaginya dengan banyaknya data.
Jumlah seluruh data: banyak data
atau, dapat dirumuskan dengan:
𝑥̅ = ∑ x / n
Keterangan:
𝑥̅ = rerata atau mean
n = banyaknya data
∑ x = jumlah seluruh data
Contoh:
Hitung rerata atau mean dari data berikut: 6, 5, 9, 7, 8, 8, 7, 6.
Penyelesaian:
𝑥̅ = 5 + 6 + 6 + 7 + 7 + 8 + 8 + 9 : 8
= 56 : 8
= 7, maka mean dari bilangan tersebut adalah 7.
2. Median (Kuartil)
Median (Me) atau kuartil adalah nilai tengah dari sekumpulan data setelah diurutkan dari data yang terkecil sampai data terbesar, maupun sebaliknya. Apabila suatu data mempunyai median, maka mediannya tunggal.
Jika banyak data merupakan bilangan ganjil, maka median terletak pada data ke ½ (n + 1), dan jika banyak data bilangan genap maka median terletak - n/2 dan data - n/2 + 1.
Contoh 1
Tentukan median dari data berikut: 70, 65, 50, 40, 35, 45, 70, 80, 90. Diketahui bahwa banyak data yang tersedia merupakan bilangan ganjil.
Setelah diurutkan datanya menjadi: 35, 40 , 45, 50, 65, 70, 70, 80, 90
Jadi mediannya adalah = 65.
Contoh 2
Tentukan median dari data berikut: 3, 2, 5, 2, 4, 6, 6, 7, 9, 6.
Pada contoh ini banyak data yang tersedia merupakan bilangan genap, median akan terletak di antara dua buah data.
Setelah diurutkan: 2, 2, 3, 4, 5, 6, 6, 6, 7, 9.
Me = (5 + 6): 2= 5,5.
Maka, median yang terletak dari data tersebut adalah 5,5.
3. Modus
Modus adalah data yang paling sering muncul. Modus merupakan ukuran pemusatan untuk menyatakan fenomena yang paling banyak terjadi. Sekumpulan data yang diperoleh, memungkinkan untuk memiliki nilai modus yang tidak tunggal atau mungkin juga tidak memilikinya.
Contoh:
Tentukan modus dari data berikut: 50, 35, 70, 90, 70, 40, 40, 40, 65, 45, 70, 80,
Penyelesaian:
Urutkan data terlebih dahulu, sehingga menjadi:
35, 40, 40, 40, 45, 50, 65, 70, 70, 70, 80, 90
Kita mengetahui bahwa nilai 40 berjumlah 3, dan nilai 70 berjumlah 3, maka modus dari data tersebut adalah nilai 40, dan 70.
Nah itu tadi penjelasan mengenai mean, median, dan modus
Friday, February 3, 2023
AJARAN FALSAFAH LELUHUR JAWA
Sepira Gedhening Sengsara Yen Tinampa Amung Dadi Coba, yang berarti "seberapa pun besarnya kesengsaraan jika mampu menerimanya hanya akan jadi cobaan semata".
Ala Tanpa Rupa Yen Tumandhang Amung Sedhela, yang berarti "setiap rasa kesusahan, keburukan, serta masalah-masalah apabila dijalani dengan berlapang dada maka kemudian terasa sebentar saja".
Tega Larane, Ora Tego Patine, yang secara harfiah berarti "tega melihat sakitnya, tidak tega melihat matinya". Yang mana maksudnya adalah berani menyakiti seseorang dalam rangka memperbaiki bukan merusak (membunuh).
Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti, yang berarti "segala kesempurnaan hidup dapat diluluhkan dengan budi pekerti luhur".
Satria Ingkang Pilih Tanding, yang secara harfiah berarti "seorang kesatria mampu memilih lawan". Maksudnya seseorang berjiwa kesatria hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lemah daripadanya".
Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha, yang berarti "mendatangi tanpa kawan, menang tanpa mengalahkan, sakti tanpa kesaktian dan kaya tanpa kekayaan".
Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan, yang artinya "jangan sakit hati kala musibah menimpa, jangan susah kala kehilangan".
Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan, yang artinya "jangan suka menyusahkan orang lain, apa jeleknya membahagiakan orang lain".
Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton, yang artinya "jangan hanya bisa bicara namun harus bisa membuktikan".
Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso, yang artinya "jangan merasa bisa, namun juga harus bisa merasakan".
Ngunduh Wohing Pakarthi, yang artinya "siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatannya".
Jer Basuki Mawa Beya, yang artinya "segala kesuksesan membutuhkan pengorbanan".
Budhi Dayane Manungso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso, yang berarti "segala daya upaya manusia tidak akan bisa melebihi ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa".
Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara, yang secara harfiah berarti "memperindah keindahan dunia serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak pada diri".
Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe, yang berarti "seberapa tinggimu mencari pengetahuan, seberapa dalammu menuntut ilmu, seberapa banyak guru yang mengajarmu, tetap bergantung pada dirimu sendiri".
Sopo sing wus biso nemoake sedulur batine kakang kawah adi ari-ari papat kiblat lima pancer, sejatine wus nemu guru sejatine.
Sekti tanpo aji digdoyo tanpo guru, yang berarti "sakti tanpa kesaktian, hebat tanpa guru".
Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi, yang berarti "gejolak jiwa (seharusnya) tidak mengubah kepastian".
Amemangun karyenak tyasing sesama, yang berarti "membuat nyaman perasaan orang lain".
Sukeng tyas yen den hita, yang berarti "suka/bersedia menerima nasihat".
Aja Adigang, Adigung, Adiguna, yang berarti "jangan sok kuasa, sok besar dan sok sakti".
Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo, yang berarti "jangan tergoda kemewahan, jangan mudah mendua agar semangat tidak kendur".
Sing Resik Uripe Bakal Mulya, yang berarti "yang bersih hidupnya akan mulia".
Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas, yang berarti "jangan sok pintar karena akan salah arah, jangan suka berbuat curang karena akan celaka, yang ragu-ragu akan binasa".
Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman, yang berarti "jangan terobsesi kedudukan, keduniawian dan kepuasan".
Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman, yang berarti "jangan mudah heran, jangaan mudah kecewa, jangan mudah kaget, jangan manja".
Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli, yang berarti "bekerja dengan giat tanpa pamrih, cepat tanpa mendahului dan tinggi tanpa menandingi".
Urip Iku Urup, yang secara harfiah artinya "hidup itu menghidupi". Maksudnya dalam hidup harus bisa menjadi manfaat bagi orang lain.
Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan, yang berarti "sebaik-baiknya orang adalah memberi pertolongan dengan tanpa ingin diketahui orang lain".
Monday, January 30, 2023
Peran Indonesia Pada KTT 1 ASEAN di Bali 1976
Peran Indonesia Pada KTT 1 ASEAN di Bali 1976
KTT 1 ASEAN pada 23 -25 Februari 1976 di Bali, Indonesia.
ASEAN dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok,Thailand oleh lima negara.
Negara tersebut, yaitu Indoensia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand dengan tanda tangan
Deklarasi Bangkok.
Kemudian mulai tahun 1984 mulai bergabung dari Brunei Darussalam, Vietnam (1995), Laos (1997), Myanmar (1997),
dan Kamboja (1999).
Dilansir dari situs resmi Sekretarian Nasional ASEAN-Indonesia, pendiri-pendiri ASEAN memiliki keinginan kuat
untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil, dan sejahtera.
KTT ASEAN 1
Dalam buku Roadmap to an Asean Economic Community (2005) karya Denis Hew,
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN adalah pertemuan tertinggi antara pemimpin negara anggota ASEAN
terhadap pengembangan ekonomi dan budaya antara negara-negara Asia Tenggara.
Peran Indonesia pada KTT ASEAN adalah sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT 1 ASEAN di Bali 1976.
Di mana KTT tersebut menghasilkan kesepakatan tentang pembentukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta.
Saat itu yang ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal ASEAn yang pertama adalah
HR Dharsono yang kemudian digantikan oleh Umarjadi Njotowijono.
KTT ASEAN diselenggarakan setiap satu tahun di 10 negara Asia Tenggara.
Berikut daftar KTT ASEAN, yaitu:
1 Indonesia Bali 23-24 Februari 1976
2 Malaysia Kuala Lumpur 4?5 Agustus 1977
3 Filipina Manila 14?15 Desember 1987
4 Singapura Singapura 27?29 Januari 1992
5 Thailand Bangkok 14?15 Desember 1995
6 Vietnam Hanoi 15?16 Desember 1998
7 Brunei Darussalam Bandar Seri Begawan 5?6 November 2001
8 Kamboja Phnom Penh 4?5 November 2002
9 Indonesia Bali 7?8 Oktober 2003
10 Laos Vientiane 29?30 November 2004
11 Malaysia Kuala Lumpur 12?14 Desember 2005
12 Filipina Cebu 11?14 Januari 2007
13 Singapura Singapura 18?22 November 2007
14 Thailand Cha Am, Hua Hin 27 Februari-1 Maret 2009
15 Thailand Cha Am, Hua Hin 23 Oktober 2009
16 Vietnam Hanoi 8-9 April 2010
17 Vietnam Hanoi 28-30 Oktober 2010
18 Indonesia Bali 4-8 Mei 2011
19 Indonesia Bali 17-19 November 2011
20 Kamboja Phnom Penh 3-4 April 2012
21 Kamboja Phnom Penh 17-20 November 2012
22 Brunei Darussalam Bandar Seri Begawan 24-25 April 2013
23 Brunei Darussalam Bandar Seri Begawan 9-10 Oktober 2013
24 Myanmar Naypyidaw 10–11 Mei 2014
25 Myanmar Naypyidaw 12–13 November 2014
26 Malaysia Kuala Lumpur/Langkawi 26–27 April 2015
27 Malaysia Kuala Lumpur 18–22 November 2015
28 Laos Vientiane 6-8 September 2016
29 Laos Vientiane 6-8 September 2016
30 Filipina Manila 26 – 29 April 2017
31 Filipina Manila 13 November 2017
32 Singapura Singapura 27-28 April 2018
33 Singapura Singapura 11-15 November 2018
34 Thailand Bangkok 20 – 23 Juni 2019
35 Thailand Bangkok 2 - 4 Nopember 2019
36 Vietnam 26 Juni 2020
37 Vietnam 12 November 2020
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kami.
Mari bergabung di Grup Whats Aps
caranya klik link https://chat.whatsapp.com/GrwfyXeEG215gzStJxTeum
kemudian join.
Thursday, January 26, 2023
Soal & Kunci Post Test Pelatihan Mandiri Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Modul 2
MODUL 2
isu murid apa yang saat ini menjadi perhatian Ibu/Bapak?
Pembentukan karakter
Tema manakah yang paling menarik menurut Ibu/Bapak? Kenapa?
Tema Gaya Hidup Berkelanjutan
Kualitas apa yang paling Ibu/Bapak ingin ada pada murid?
Moral, sosial dan budaya
Soal & Kunci Post Test Pelatihan Mandiri Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Modul 2
1. Kegiatan projek menguatkan semua dimensi profil pelajar pancasila. Meksipun pada setiap projek disarankan memilih 2-3 dimensi, tetapi bukan berarti dimensi lain tidak dikuatkan. Kita dapat fokus pada 2-3 dimensi yang menjadi indikator ketercapaian kemampuan murid.
Pernyataan diatas adalah...
Jawab : Benar
2. Manakah yang bukan termasuk dalam tema projek yang sudah disediakan oleh pemerintah?
Jawab : Kewirausahaan dan Budaya Lokal
3. Satuan Pendidikan tempat Pak Hans mengajar berada dalam lingkungan masyrakat yang homogen. Masyarakatnya belum begitu mengenal keragaman budaya, agama, ras ataupun suku. Tim fasilitas projek ingin memperkenalkan keragaman masyarakat kepada para murid melalui projek. Tema apa yang dapat diambil?
Jawab : Bhinneka Tunggal Ika
4. Pada Sekolah Dasar (SD) terdapat beberapa tema yang dapat diambil dalam kegiatan projek, kecuali...
Jawab : Suara demokrasi
5. Pak Ngakan dan tim fasilitator projek sedang menyusun pembelajaran projek di SD Cipta Pesona. Bagaimana sebaiknya mereka menyusun pelaksanaan tema projek dalam setiap fase?
Jawab : Pada fase A kedalaman topik akan berfokus pada kegiatan praktik dan pemahaman sederhana
6. Contoh topik manakah yang cocok untuk diterapkan jika kita ingin mengambil tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya?"
Jawab : Stop perundungan dengan bermedia sosial yang bijak
7. Tema Suara Demokrasi akan berfokus pada pemahaman yang terkait...
Jawab : Kebebasan dan perbedaan pendapat, juga untuk memperkenalkan sistem pemerintahan dalam ruang lingkup sekolah
8. Terdapat kesaamaan tema yang dapat diambil oleh SMA dan SMK dalam melakukan projek, kecuali 2 tema yang dikhususkan untuk SMK, yaitu...
Jawab : Budaya Kerja dan Kebekerjaan
9. SMA Pattimura mempunyai isu kekerasan mental dan fisik di lingkungan sekolahnya. Tim fasilitas projek ingin mengangkat satu tema yang berkaitan dengan isu ini. Tema apakah yang dapat diambil?
Jawab : Bangunlah Jiwa dan Raganya
Subscribe to:
Comments (Atom)